DetikNews
Selasa 21 November 2017, 21:56 WIB

Polisi Buru Tujuh Pengeroyok Siswa SMK Sukabumi

Syahdan Alamsyah - detikNews
Polisi Buru Tujuh Pengeroyok Siswa SMK Sukabumi Dua pelaku kasus pengeroyokan yang menewaskan siswa SMK di Sukabumi. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Sukabumi - Dua pelaku kasus pengeroyokan yang menewaskan Rayhan Jamal, siswa kelas III SMK Lodaya, Sukabumi, sudah ditangkap polisi. Kini polisi memburu tujuh pelaku lainnya yang terlibat aksi beringas tersebut.

Aksi saling serang antarpelajar tersebut terekam CCTV salah satu toko di sekitar tempat kejadian, Jalan Raya Cikukulu, Desa Cibolang Kaler, Sukabum, Jumat (17/11). Insiden itu berujung tindakan para pelaku tawuran menganiaya Rahyan.

"Sebanyak 20 pelajar menyerang, membacok dan menyayat korban dengan senjata tajam," kata Wakapolres Sukabumi Kota Kompol Fajar Widhyadarma di Mapolres Sukabumi Kota, Jalan Perintis Kemerdekaan, Selasa (21/11/2017).

Baca juga: Tawuran Pelajar di Sukabumi, Rayhan Tewas Terkena Bacokan

Korban sempat mendapat perawatan medis di RSUD R Syamsudin Sukabumi. Namun keesokan harinya atau Sabtu (18/11), nyawa Rahyan tak terselamatkan.

"Korban mengalami luka sobek di bagian paha kanan dan kiri, lengan kiri dan punggung. Korban meninggal dunia karena luka senjata tajam mengenai saluran arteri di paha korban," ujar Fajar.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sejumlah saksi, polisi berhasil menangkap dua pelaku. Kapolsek Cisaat Kompol Budi Setiana menemukan adanya percakapan salah seorang pelaku dengan keluarga korban terkait aksi brutal tersebut melalui media sosial (medsos).

"Salah seorang pelaku tercatat masih teman dekat korban. Dia tidak ikut melakukan pembacokan namun kedapatan membawa senjata tajam. Dia kita amankan yang akhirnya pelaku lain sudah kita identifikasi dan sedang pengejaran," kata Budi.

Baca juga: Polisi Tangkap 2 Pelajar Terkait Tewasnya Siswa SMK di Sukabumi

Dua pelaku yang ditangkap polisi tercatat sebagai pelajar SMK Tekhnika, begitu juga enam pelaku lainnya yang berstatus daftar pencarian orang (DPO). Hanya satu pelaku yang bukan pelajar sekolah tersebut.

"DPO 7 orang, 6 siswa SMK Tekhnika dan 1 lagi bukan identitas mereka sudah kita ketahui. Kita himbau keluarga atau pelaku segera menyerahkan diri," ujar Budi.

Satu dari dua pelaku mengaku berteman baik dengan korban. Sewaktu aksi pengeroyokan itu, dia berusaha mencegah teman-temannya agar tidak mengeroyok Rayhan.

"Rayhan saya panggil Kaka. Sebetulnya hari itu kita sedang menunggu pelajar dari SMK Pajajaran yang lebih dulu menyerang dan menganiaya teman kami. Tapi saat menunggu itulah Kaka lewat, saya sudah bilang ke dia jangan melintas ke lokasi karena akan ada tawuran," tutur pelaku inisial I ini.

Teriakannya mencegah penyerangan brutal itu tak didengar kawan-kawannya. Pelaku membabi buta mengeroyok Rayhan.

"Rayhan itu teman saya sejak SMP. Bahkan di luar sekolah kita suka nongkrong bareng, ngopi bareng," katanya menambahkan.

Ia sempat menghubungi kerabat korban dan menceritakan kejadian tersebut. Pesan melalui aplikasi pesan singkat itu menjadi dasar polisi untuk menangkap I. "Saya enggak ikut bacok, tapi kalau memang ini yang harus saya terima saya akan hadapi," ucap I.
(bbn/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed