DetikNews
Selasa 21 November 2017, 14:29 WIB

Pasca Operasi, Bayi Kembar Siam Asal Padalarang Meninggal Dunia

Mochamad Solehudin - detikNews
Pasca Operasi, Bayi Kembar Siam Asal Padalarang Meninggal Dunia Ketua Tim Penanganan Bayi Kembar Siam Padalarang dr Sjarif Hidayat/Foto: Mochamad Solehudin
Bandung - Bayi kembar siam dempet perut dan pinggul asal Padalarang, Kabupaten Bandung Barat meninggal dunia Senin (20/11) pukul 17.34 WIB. Bayi kembar siam tersebut sempat mendapat perawatan intensif dari tim dokter Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Ketua tik dokter penanganan bayi kembar siam RSHS Sjarif Hidayat menuturkan bayi bernama Muhamad Malik dan Muhamad Gani kondisinya memang cukup memprihatinkan. Anak ketiga dan keempat pasangan Agus Priyanto (47) dan Amariah (39) terlahir dempet di bagian perut dan pinggul.

Selain itu, kata Sjarif kondisi kesehatan kedua bayi tersebut tidak stabil. Apalagi kondisi bayi bernama Muahamd Malik yang mengalami kebocoran jantung dan kesulitan bernapas. Sementara Muhamad Gani kondisinya jauh lebih baik.

"Tapi kalau Muhamad Malik meninggal dunia, kondisi (kesehatan) Muhamad Gani juga bisa terbawa dan berisiko juga meninggal dunia," kata Sjarif saat ditemui di RSHS, Kota Bandung, Selasa (21/11/2017).

Melihat kondisi yang ada, akhirnya tim dokter RSHS mencoba melakukan pemisahan pada 17 November lalu demi menyelamatkan Muhamad Gani yang kondisinya memang lebih sehat. Dengan penuh risiko proses pemisahan dilakukan.

"Sebelum melakukan pemisahan, kita beri edukasi orang tuanya, tidak ada jalan lain selain operasi. Tapi bayi satunya juga berisiko meninggal dunia karena mengalami operasi yang sangat berat. Orang tuanya menerima ya dilakukanlah operasi," kata Sjarif.

Setelah operasi pemisahan itu, Sjarif melanjutkan bayi bernama Muhamad Malik meninggal dunia pada 17 November. Sementara Muhamad Gani selamat namun kondisi kesehatannya menurun dan meninggal dunia pada Senin (20/11/2017) pukul 17.34 WIB.

"Pasca operasi bayi yang berhasil (diselamatkan) mengalami perburukan. Karena mengalami kegagalan multiorgan karena besarnya beban yang dialami pasca operasi. Bayangkan saja bayi berusia 7 hari harus menjalani operasi yang sangat besar," tandasnya.
(ern/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed