DetikNews
Senin 20 November 2017, 09:58 WIB

Spirit Guyub dan Akur Ala Warganet Cirebon

Sudirman Wamad - detikNews
Spirit Guyub dan Akur Ala Warganet Cirebon Aksi bakti sosial KOCI kepada anak-anak di panti asuhan Yayasan Nurussa'adah Cirebon. (Foto: Sudirman Wamad/detikcom)
Cirebon - Forum Kerukunan Komunitas Cirebon (FORKOCI) merupakan wadah bagi masyarakat Cirebon untuk mempererat tali silahturahmi. Forkoci atau lebih dikenal dengan Komunitas Orang Cirebon (KOCI) ini konsisten menggugah rasa sosial dan kemanusiaan masyarakat Cirebon untuk saling berbagi.

Forum tersebut berdiri sejak 2011. Setelah dua tahun, forum tersebut bermetamorfosis menjadi FORKOCI untuk merangkul warganet Cirebon agar guyub dan akur. Tak lama kemudian, KOCI dibentuk. KOCI sebagai wadah untuk berbagai informasi melalui Facebook tentang destinasi wisata, budaya, dan sejarah Cirebon. Para warganet asal Cirebon ini aktif di media sosial tersebut.

Sejak 2014 KOCI mulai keliling ke yayasan atau panti asuhan. Hampir semua panti asuhan di Cirebon sudah disambangi KOCI. Anggaran untuk bakti sosial itu pun bersumber dari penggalangan dana para anggotanya.

Minggu (19/11) kemarin, detikcom melihat langsung aksi yang dibesut pengurus dan anggota KOCI. KOCI menyambangi Yayasan Nurussa'adah yang berada di Desa Panembahan, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.
Spirit Guyub dan Akur Ala Komunitas Warganet CirebonPerwakilan KOCI menyerahkan bantuan kepada pengurus Yayasan Nurussa'adah. (Foto: Sudirman Wamad/detikcom)
Ketua Divisi Gerakan Peduli Sedulur (GPS) Forkoci Arim mengatakan kegiatan bakti sosial merupakan agenda bulan yang dilakukan KOCI. Hampir semua yayasan di Cirebon sudah disambangi KOCI. "Setiap wilayah, seperti Cirebon Timur, Selatan, Barat, dan lainnya itu mengusulkan. Kemudian kita keliling. Kita tak memiliki uang khas, tapi anggaran bakti sosial ini dari penggalangan dana," ucap Arim saat ditemui detikcom di Yayasan Nurussa'adah.

Setelah yayasan, sambung Arim, tahun depan KOCI memiliki agenda untuk terjun ke desa-desa. Misi kerukunan dengan mengetuk rasa kemanusiaan terhadap sesama terus mereka gelorakan. Anak-anak, sambungnya, menjadi target utama.

Arim menjelaskan anak-anak Cirebon yang disambangi KOCI ke depannya diharapkan dapat menjadi generasi penerus yang membawa misi kerukunan bagi Cirebon. "Tahun depan fokus ke desa-desa. Kita akan kerja sama dengan kepala desa, kegiatannya seperti pengobatan gratis, santunan, dan lainnya. Utamanya mengedukasi anak-anak di desa-desa," ujarnya.

Menurut Arim, banyak cerita menarik yang didapatkan setelah tiga tahun berkeliling menyambangi panti asuhan atau yayasan. Rombongan KOCI, lanjut dia, pernah disambut bak raja.

"Rombongan kita pernah disambut oleh musik drum band yang dimainkan oleh anak-anak panti asuhan. Waktu itu kita berkunjung ke wilayah barat, tepatnya di Desa Gintung, Kecamatan Ciwaringin. Mewah banget lah," tutur Arim.

Ia menyebutkan anggota FORKOCI sudah ada diberbagai daerah, seperti Jakarta, Purwakarta, Serang, Bandung, Bekasi, Batam, Palembang dan Tarakan. "Mereka itu orang-orang Cirebon yang merantau. Selain di dalam negeri, ada juga di luar negeri seperti Brunai, Malaysia, Hongkong, dan Taiwan," ucapnya.

Armin menambahkan tahun kemarin FORKOCI secara legal terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM sebagai organisasi.
Spirit Guyub dan Akur Ala Komunitas Warganet CirebonAnak panti asuhan saat menyambut perwakilan KOCI. (Foto: Sudirman Wamad/detikcom)
Bendahara Yayasan Nurussa'adah Panembahan Fredy G mengapresiasi gerakan yang digulirkan KOCI. Fredy mengaku terkejut saat melihat solidaritas KOCI saat memberi bantuan ke yayasannya.

"Ini teman-teman KOCI tanpa diketuk datang sendiri ke sini. Selama ini, kita (yayasan) selalu mengetuk orang-orang yang di Panembahan untuk bisa gabung dengan kami. Tapi, KOCI datang sendiri. Saya sangat mengapresiasi," ucapnya.

Fredy mengatakan spirit KOCI yang didominasi oleh kalangan muda sangatlah bagus. Gerakan seperti KOCI diharapkan terus tumbuh di Cirebon.

"Kirain tidak sebesar ini, ternyata banyak dan besar juga sumbangannya. Kami juga sebetulnya ada setiap bulan santunan, tapi kami selalu ingatkan tujuan yayasan ini bukan santunan. Tapi lebih mengedepankan proses belajar bagi anak yatim," kata Fredy.
(bbn/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed