DetikNews
Minggu 19 November 2017, 16:42 WIB

Pilkada 2018, KPU Kota Sukabumi Tampilkan Kang dan Neng Balkot

Syahdan Alamsyah - detikNews
Pilkada 2018, KPU Kota Sukabumi Tampilkan Kang dan Neng Balkot Foto: Syahdan Alamsyah
Sukabumi - Berbentuk kotak, memiliki mata dan rambut menyerupai atap inilah 'Kang Balkot' maskot resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Sukabumi, Jawa Barat.

Maskot ini sebenarnya sudah diperkenalkan pada September lalu setelah melalui proses perlombaan. Kang Balkot merupakan hasil karya Nurhadi Suherman seorang mahasiswa dari Politeknik Sukabumi.

"Maskot ini nantinya akan digunakan sebagai media sosialisasi agar masyarakat Kota Sukabumi ikut berpartisipasi dalam Pilkada serentak 2018 mendatang," kata Ketua KPU Kota Sukabumi, Hamzah kepada detikcom disela kegiatannya launching Pilkada serentak di Gedung Juang, Kota Sukabumi, Minggu (19/11/2017).

Kang Balkot ditampilkan tidak sendiri namun bersama Neng Balkot, maskot yang menggambarkan perempuan dengan bulu mata agak sedikit dipanjangkan dan garis bibir merah merekah.

Hamzah menjelaskan kemunculan Maskot KPU Kota Sukabumi merupakan salah satu tanda dimulainya tahapan Pemilihan Kepala Daerah serentak 2018 pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi.

"Kami memiliki semangat untuk tetap menjalankan sesuai aturan dan menjaga integritas, indepedensi serta memastikan tugas pokok Komisioner dan sekretariatnya berjalan sesuai kewajibannya," lanjut Hamzah.

Di tempat yang sama Walikota Sukabumi, Mohamad Muraz dalam sambutannya menjelaskan launching hari ini adalah bentuk sosialisasi karena sudah memasuki tahapan resmi. Muraz berharap seluruh warga masyarakat mendukung proses Pilkada dengan menjaga keamanan dan ketertiban.

"Kita sambut Pilkada 2018 mendatang dengan hati yang dingin dan kepala yang tenang sehingga tidak mengganggu kondusifitas Kota Sukabumi," kata Muraz.

Perbedaan pandangan dan pilihan diharapkan Muraz tidak lantas merusak kondusifitas. Dia mengajak masyarakat seluruh lapisan untuk saling menghargai perbedaan dalam pilihan.

"Saya mengajak masyarakat untuk saling mengargai ketika menentukan pilihan calon, meskipun belum ada yang deklarasi dari siapa saja yang pasti akan maju dalam Pilkada nanti namun nama-nama sudah ada yang muncul sebab kalau misalkan tidak ada (deklarasi calon) KPU yang akan bingung," lanjut Muraz.



(ern/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed