DetikNews
Rabu 15 November 2017, 16:11 WIB

Pilgub Jabar 2018

Pengamat: 'Putra Mahkota' Ahmad Heryawan Jadi Penentu

Mukhlis Dinillah - detikNews
Pengamat: Putra Mahkota Ahmad Heryawan Jadi Penentu Ahmad Heryawan/Foto: Rina Atriana/detikcom
Bandung - Pengamat politik Universitas Padjadjaran (Unpad) Firman Manan menilai rekomendasi Ahmad Heryawan (Aher) terhadap calon gubernur di Pilgub Jabar akan berdampak signifikan. Kepercayaan masyarakat dan jaringan yang dimiliki Aher akan mendongkrak suara pasangan calon.

Menurutnya Aher yang berhasil menduduki jabatan Gubernur Jabar selama dua periode akan menjadi tokoh kunci, tertutama bagi PKS. Namun, sambung dia, hingga saat ini Aher belum menentukan siapa suksesornya di Jabar kelak.

"Itulah yang belum selesai di internal PKS. Aher tokoh kunci. Jejaringnya luar biasa, tapi dia belum memberi dukungan kepada siapapun," kata Firman saat dihubungi via telepon genggam, Rabu (15/11/2017).

Ia menuturkan sejauh ini PKS menggadang-gadangkan Ahmad Syaikhu sebagai pendamping Deddy Mizwar di Pilgub Jabar. Kendati demikian, dorongan dari DPP PKS itu belum juga mendapatkan respon positif dari Aher yang juga kader.

"Merugikan kalau Aher tetap seperti itu. Harus selesai di (internal) PKS seharusnya. Kalau Ahmad Syaikhu tidak mendapat support dari Aher bukan tidak mungkin ada peninjauan ulang di saat akhir," ungkap dia.

Ia menilai ada beberapa faktor yang membuat Aher belum menentukan pilihan. Pertama, sambung dia, persoalan komunikasi di tingkat daerah yang belum berjalan dengan baik, meskipun rekomendasi Ahmad Syaikhu datang dari DPP PKS.

Selain itu, kata dia, Aher masih mempertimbangkan istrinya Netty Prastyani untuk ikut bertarung di Pilgub Jabar. Mengingat, Netty terus masuk dalam radar survei yang menempatkannya sebagai salah satu Cawagub Jabar potensial.

"Mungkin ini (faktor) yang menjadi soal. Kalau komunikasi dibangun dengan baik, bukan tidak mungkin Aher mendukung (Syaikhu). Saya melihatnya lebih ke komunikasi daripada condong ke ibu Netty, meskipun itu jadi pertimbangan," ujar dia.

Ia menilai menduduki jabatan dua periode di Jabar sudah cukup membuat Aher memiliki pemilih loyal. Artinya, sambung dia, sekelompok masyarakat itu tentu berpotensi ikut memilih figur yang direkomendasikan oleh Aher.

"Ketika patronnya (penguasa) memberikan saran a, pemilih akan memilih a. Selain ia sebagai tokoh formal, Aher juga tokoh informal (tokoh agama). Aher akan menjadi figur yang mendorong referensi pemilih," kata Firman.
(ern/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed