DetikNews
Rabu 15 November 2017, 14:40 WIB

Blak-blakan Daniel Kantongi Restu DPP Golkar Dampingi Ridwan Kamil

Sudirman Wamad - detikNews
Blak-blakan Daniel Kantongi Restu DPP Golkar Dampingi Ridwan Kamil Foto: Sudirman Wamad
Cirebon - DPP Golkar di luar dugaan mengumumkan dukungannya terhadap Ridwan Kamil pada Pilgub Jabar 2018. Lebih mengejutkan karena Golkar menyodorkan nama Daniel Muttaqien, bukan Ketua DPD Golkar Jabar Dedi Mulyadi usulan dari seluruh DPD Golkar di Jawa Barat.

Daniel yang sebelumnya tak diprediksi muncul untuk disandingkan dengan RK. Daniel merasa perjalananannya mendapatkan rekomendasi dari Partai Golkar tidak secara tiba-tiba. Daniel mengatakan proses jatuhnya rekomendasi untuk cawagub itu melalui mekanisme partai.

"Saya juga awalnya belum tahu kalau diusung. Saya diberitahu oleh Dave Laksono (Wasekjen Golkar), kalau saya ini salah satu nominator yang berpeluang besar untuk diusung sebagai cawagub. Dave orang pertama yang memberitahu," kata Daniel dalam acara deklarasi dukungan DPD Partai Golkar Kabupaten Cirebon terhadap RK-Daniel di Sekretariat DPD Partai Golkar, Rabu (15/11/2017).

Daniel menceritakan, sebelum menetapkan dukungan terhadap dirinya dan RK, DPP melakukan simulasi dan survey terhadap sejumlah bakal calon (balon). Namanya muncul dalam survey internal itu. Selain survey, sambungnya, pertimbangan lainnya adalah adanya masukan dari RK.

"Saat itu RK sudah melakukan kunjungan ke Pantura, salah satunya di Indramayu. Di Pantura RK mengaku (suaranya) agak kurang baik, bukan kurang ya, tapi agak kurang baik. Sehingga perlu pendamping untuk memperkuat wilayah Pantura. Munculnya saya tentu tidak ujug-ujug," kata anak Bupati Indramayu itu Anna Sophana.

Padahal, sambungnya, saat itu tiket ekslusif pengusungan cagub dipegang oleh Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi. Daniel tak merasa dirinya menjegal langkah Dedi Mulyadi untuk maju dalam kontestasi pesta demokrasi lima tahunan di Jawa Barat. Namanya muncul karena pertimbangan dari DPP dan RK.

"Saya tidak pernah mencuri panggung, atau ngomong akan maju di Pilgub Jawa Barat. Karena rekan koalisi dan pasangan calon Dedi Mulyadi belum ada, kemudian survey RK tinggi. Akhirnya Golkar memilih yang rasional. Dengan mengusung RK," katanya.

Dikatakan Daniel, saat ini dari hasil survey Indo Barometer menunjukkan RK mendapatkan angka paling tinggi, yakni 45 persen. Keputusan untuk mengusung RK pun menjadi peluang untuk Golkar menang di Pilgub Jawa Barat.

Terlebih lagi, lanjutnya, saat ini di Pulau Jawa basis Golkar hanya di Provinsi Banten. "Karena surveynya naik terus, kemudian melihat posisi Jawa Barat sangat penting untuk dimenangkan. Dan secara hakekat tolak ukur untuk pilkada itu adalah hasil survey. Jawa Timur itu basisnya PKB, dan Jawa Tengah itu basisnya merah (PDI Perjuangan). Karena porvinsi yang gemuk dikuasasi parta lain. Agar bisa bersaing pada pilpres, akhirnya DPP memutuskan Pak RK," tuturnya.

Bahkan, Daniel menilai akan ada sejarah baru di Jawa Barat jika dirinya menang pada Pilgub Jawa Barat. Karena selama Indonesia merdeka, sambung Daniel, Jawa Barat belum pernah dipimpin oleh wakil dari Pantura. "Walau saya dari Indramayu, saya ini perwakilan pantura. Kader Golkar akan menjadi ujung tombak, saya minta semuanya berjuang bersama dengan kami," ucapnya.

Saat disinggung mengenai hubungannya dengan Dedi Mulyadi, Daniel mengatakan akan bersilahturahmi ke Dedi Mulyadi dalam waktu dekat ini. "Beliau (Dedi Mulyadi) saat ini masih sibuk, hubungan kami baik saja. Beliau saya anggap sebagai kakak karena sering sharing dan guru politik saya. Nanti saya akan silaturahmi ke beliau," katanya.
(ern/ern)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed