DetikNews
Selasa 14 November 2017, 09:48 WIB

Siswa SMA Kabupaten Bandung Sulap Limbah Jadi Pendeteksi Banjir

Wisma Putra - detikNews
Siswa SMA Kabupaten Bandung Sulap Limbah Jadi Pendeteksi Banjir Siswa SMAN 1 Baleendah, Kabupaten Bandung, menciptakan alat pendeteksi banjir yang terbuat dari bahan limbah. (Foto: Wisma Putra/detikcom)
Kabupaten Bandung - Pelajar di Kabupaten Bandung menciptakan pendeteksi banjir yang baku limbah. Alat tersebut berupa tabung pipa plastik bekas yang diracik sejumlah siswa tergabung ekstrakurikuler Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) SMAN 1 Baleendah.

Ialah Oliver Enrico (16), Bagja Mulyana (17) dan keempat rekannya yang membuat alat sederhana tersebut. "Cara kerja alat ini, botol yang berada di dalam tabung pipa, akan terangkat bila terendam oleh air. Botol tersebut akan menyentuh tembaga yang kemudian lampu akan menyala dan sirine bersuara," kata Oliver saat ditemui di SMAN 1 Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (14/11/2017).

Alat ini terbilang sederhana. Pipanya dilubangi di bagian bawah, dalam pipa itu tersimpan botol bekas, dipasangi lilitan tembaga, kabel listrik yang disambungkan ke papan terpasang lampu, dudukan saklar dan sirine.

Oliver mengatakan pengerjaan pendeteksi banjir itu butuh waktu satu minggu. Dia dan teman-temannya menghabiskan biaya Rp 100 ribu untuk satu alat tersebut.
Siswa SMA Kabupaten Bandung Sulap Limbah Jadi Pendeteksi BanjirAlat pendeteksi banjir karya siswa SMAN 1 Baleendah, Kabupaten Bandung. (Foto: Wisma Putra/detikcom)
Ia mengungkapkan pembuatan alat ini terinspirasi dari teman yang selama ini rumahnya rawan terkena banjir di Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung. "Alat ini bisa membantu masyarakat agar lebih sigap dan waspada serta mengurangi kerugian yang lebih besar akibat banjir," ujar siswa kelas XI itu.

Oliver menuturkan alat ini dapat ditanam di sekitar rumah atau digantung di sungai. Namun, untuk di sungai, diperlukan penahan atau pipa yang lebih kuat guna menahan alat agar tak terbawa arus.

"Kami juga pakai rangkaian seri, agar kalau terjadi kerusakan bisa langsung ditemukan kerusakannya, biar masyarakat bisa lebih waspada," tutur Oliver.

Pembina KIR, Yulianti, mengapresiasi ide pembuatan alat pendeteksi banjir karya anak didiknya. Menurut dia, membuat alat yang berguna bagi masyarakat, merupakan program dari ekstrakurikuler tersebut.

"Alat ini memang belum tersosialisasi dengan baik, saya harap alat ini bisa diuji kelayakannya, agar manfaatnya terasa, terutama bagi masyarakat yang terdampak banjir," ujar Yulianti.
(bbn/bbn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed