Warga Rahong Cianjur Keluhkan Limbah Pabrik Kulit

Warga Rahong Cianjur Keluhkan Limbah Pabrik Kulit

Syahdan Alamsyah - detikNews
Senin, 13 Nov 2017 17:29 WIB
Warga menunjukkan kondisi air kotor diduga karena limbah. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Cianjur - Warga Cianjur mengeluhkan limbah yang dibuang oleh pabrik pengolahan kulit di wilayahnya. Selain berbau, cairan limbah diketahui sangat lengket dan hitam pekat.

detikcom mencoba mendatangi lokasi sungai dan irigasi yang menurut keterangan warga sering dijadikan tempat pembuangan limbah di Desa Rahong, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin (13/11/2017). Di lokasi irigasi itu terlihat air kecokelatan, namun kondisi berbeda terlihat di kolam ikan milik warga yang airnya hitam.

"Limbah itu mengalir sudah puluhan tahun sejak pabrik kulit itu berdiri, kalau kondisi hujan memang tidak kelihatan. Tapi kalau masuk musim kemarau baunya menyengat ke perkampungan warga, tercium hingga sejauh ratusan meter," kata Jejen (54), salah seorang tokoh masyarakat setempat, kepada detikcom di Kampung Babakan Jati, Desa Rahong.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Jejen, diduga limbah itu sengaja dibuang oleh pabrik ke Sungai Cisarua. Sewaktu aliran sungai terbendung oleh Bendungan Gunung Jati air terbagi dan masuk ke dalam irigasi warga terus mengalir melewati perkampungan dan sawah warga.

"Mereka punya kolam penampungan, tapi mungkin karena tidak tertampung akhirnya dibuang ke sungai. Warga sudah komplain dan melakukan aksi demo ke pihak pabrik, namun perubahan hanya dirasakan beberapa bulan lalu setelah itu limbahnya kembali mengotori sungai," tutur Jejen.
Warga Desa Rahong Cianjur Keluhkan Limbah Pabrik KulitKolam ikan milik warga yang airnya hitam. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Jejen mengaku tidak mengetahui secara spesifik apakah air limbah itu beracun atau tidak. Namun Jejen menjelaskan saat sungai atau irigasi sedang dipenuhi cairan limbah, airnya terasa lengket meski berulang kali dibilas sabun.

"Limbahnya kadang berwarna hitam pekat, kadang juga putih susu kalau kita celupin tangan maka akan terasa mirip berlemak. Meskipun kita cuci dan bilas berkali-kali baunya tidak mudah hilang," ucapnya.

Di tempat yang sama, Anang Suhendi (34) warga lainnya membenarkan jika dampak akibat limbah membuat ikan di kolam warga mati. "Pemiliknya pernah komplain langsung ke pabrik, tapi tidak ada solusi. Kalau lagi kemarau warga akhirnya hanya bisa pasrah, karena aksi-aksi demo juga tidak pernah menghasilkan solusi," ujar Anang. (bbn/bbn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads