Hal itu disampaikan Kajati Jabar Loeke Larasati di depan para pelajar saat menjadi pembina upacara dalam program jaksa masuk sekolah di SMA Negeri 3, Jalan Belitung, Kota Bandung, Jabar (13/11/2017). Menuru Loeke, kasus perundungan kerap terjadi di lingkungan sekolah.
"Perundungan merupakan kasus yang sering terjadi dan dianggap sebagai kebiasaan atau pembelajaran. Namun kenyataannya ini sangat memprihatinkan," ucap Loeke.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bahkan ada kasus siswa yang membunuh karena diejek. Kondisi ini tidak bisa dibiarkan, sebab yang dilakukan sudah masuk ke ranah hukum pidana," tuturnya.
Foto: Dony Indra Ramadhan |
Oleh karena itu, eks Kepala Pusat Pemulihan Aset (PPA) Kejagung ini mengingatkan agar para pelajar meningkatkan rasa saling menghormati satu sama lainnya. Sebab, setiap orang sama-sama memiliki hak untuk menjalani hidup.
"Tidak perlu dipandang kaya atau miskin, pintar atau bodoh yang boleh membatasi hukum atas Undang-undang. Di sini semua sama, yang merasa kaya saat ini bukan kalian, tapi orang orang tua kalian. Hargai dan hormati sesama teman-temanmu," kata dia.
Loeke menambahkan sekolah sendiri memiliki peran yang besar dalam mencegah kasus perundungan terjadi. Sebab, sekolah merupakan rumah kedua bagi anak-anak dalam pembentukan karakter.
"Saya pikir sekolah memang berperan penting. Bukan saja soal perundungan, tetapi soal masalah lainnya hingga ke masalah pencegahan narkoba," tandasnya.
(ern/ern)












































Foto: Dony Indra Ramadhan