DetikNews
Jumat 10 November 2017, 18:21 WIB

Penyelenggara Kecolongan Soal Kebaya 'Seksi' di Sukabumi

Syahdan Alamsyah - detikNews
Penyelenggara Kecolongan Soal Kebaya Seksi di Sukabumi Foto: tangkapan layar facebook
Bandung - Acara Wedding Expo yang menampilkan seorang model yang memakai kebaya pengantin 'seksi' diselenggarakan di Hotel Horison Kota Sukabumi pada 3-5 November 2017. Pihak manajemen hotel mengaku kecolongan dengan adanya insiden tersebut yang viral di media sosial (medsos).

Baca juga: Kebaya Pengantin 'Seksi' dari Sukabumi Viral di Medsos

General Manager (GM) Hotel Horison Charlie menjelaskan jika sebelum para model ini tampil penyelenggara tidak diberi tahu pakaian atau busana apa yang akan ditampilkan oleh peserta atau vendor yang mengikuti kegiatan tersebut.

"Insiden terjadi di luar sepengetahuan panitia. Apa yang akan dipakai model dibawa vendor semua ditutup menggunakan jubah hitam dari bawah sampai atas," kata Charlie usai memberikan keterangan kepada polisi di Mapolres Sukabumi Kota, Jawa Barat, Jumat (10/11/2017).

"Jubah baru dibuka ketika model ini tampil, kita menyadari gaun dengan kebawahan legging itu bukan pada tempatnya untuk ditampilkan di sana," ujar Charlie menambahkan.

Baca juga: Diperiksa Polisi, Perancang Kebaya Pengantin 'Seksi' Minta Maaf

Ia memastikan jika pihaknya tidak dalam keadaan untuk membela diri, karena sejak awal acara itu memang sengaja digelar untuk memperkenalkan vendor kreatif desainer lokal kepada costumer potensial. Berikut edukasi tata cara pernikahan yang benar.

"Kami memfasilitasi pengusaha wedding untuk menampilkan karyanya. Ini loh yang bagus-bagus, karena kami bukan bidangnya untuk hal itu, hanya memfasilitasi saja. Kita panitia murni tidak tahu akan ditampilkan seperti apa karena konsep awalnya itu modern, tradisional dan busana pernikahan muslim," tutur Charlie.

Baca juga: Begini Cerita Model Pemakai Kebaya 'Seksi' di Sukabumi

Meski dibayangi insiden, Charlie menjamin pihaknya tidak kapok untuk kembali menggelar acara serupa tahun depan. Ia menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran.

"Hikmah kami dapat, pihak komunitas HARPI dari Sukabumi dan Cianjur akan kami libatkan untuk ikut serta tahun depan dalam acara serupa. Kita juga akan membawa unsur-unsur budayawan yang memahami benar tentang pakem-pakem busana tradisional," tutur Charlie lagi.
(bbn/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed