Bangunan Sarang Walet di Sukabumi Ambruk Diterjang Longsor

Bangunan Sarang Walet di Sukabumi Ambruk Diterjang Longsor

Syahdan Alamsyah - detikNews
Kamis, 09 Nov 2017 13:35 WIB
Bangunan Sarang Walet di Sukabumi Ambruk Diterjang Longsor
Longsoran tebing menimpa sebuah bangunan tempat sarang walet di Kabupaten Sukabumi. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Kabupaten Sukabumi - Satu Bangunan permanen tempat sarang burung walet di Sukabumi ambruk akibat terjangan longsor tebing setinggi 40 meter dan lebar 25 meter. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Baca juga: Curah Hujan Meningkat, Warga Jabar Diimbau Waspada Bencana

Insiden tersebut berlangsung di Kampung Lodaya, RT 01 RW 08, Desa Karang Tengah, Kecamatan, Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (9/11/2017) pagi. Warga setempat, Bambang (53), menjelaskan kejadian tebing longsor dipicu hujan deras yang mengguyur kampung tersebut sejak Rabu (8/11) kemarin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Suara bergemuruh mirip terjangan air bah. Getarannya terasa sampai ke permukiman warga. Kondisi rumah walet ini masih produktif, saat longsor sedang tidak ada orang di dalam bangunan," ujar Bambang di lokasi kejadian.

Longsor menyisakan retakan tanah di sekitar lokasi kejadian. Kini warga setempat waswas lantaran intensitas hujan masih tinggi.

"Mereka takut ada longsor susulan," kata Ivan, warga lainnya.
Bangunan Sarang Walet di Sukabumi Ambruk Diterjang LongsorTempat sarang burung walet di Sukabumi ambruk akibat terjangan longsor tebing setinggi 40 meter dan lebar 25 meter. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sukabumi Eka Widiaman mengimbau warga yang tinggal di daerah rawan longsor dan banjir untuk waspada menghadapi musim hujan.

"Pemkab Sukabumi sudah menetapkan siaga rawan longsor dan banjir sejak Oktober kemarin hingga Desember nanti. Masyarakat yang tinggal di daerah rawan kami harap untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan apalagi yang memang berada di lingkungan perbukitan," ujar Eka saat dihubungi. (bbn/bbn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads