Foto: Sudirman Wamad |
Tak hanya kalangan ibu-ibu yang dilibatkan dalam perintisan kampung batik, sejumlah anak-anak Kampung Mandalang dilibatkan. Saat ini kampung batik itu diberi nama Kelompok Batik Keraton Kasepuhan.
Ketua Kelompok Batik Keraton Kasepuhan, Elang Raharyadi Wijaya Kusuma menyebutkan saat ini jumlah perajin batik yang aktif merintis kampung batik Keraton Kasepuhan itu sebanyak 32 orang, 20 di antaranya masih anak-anak.
"Kita sudah menggelar pelatihan selama enam bulan yang didukung oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (DKOKP) Kota Cirebon dan pihak Pertamina Hulu Energi ONWJ. Ini sebagai bekal kami," katanya saat ditemui detikcom di kantor DKOKP Kota Cirebon, Rabu (8/11/2017).
batik khas Cirebon Foto: Sudirman Wamad |
Pria yang akrab disapa Yadi itu mengatakan tujuan dari pelatihan dengan merekrut sejumlah anak-anak itu untuk regenerasi perajin batik dalam melestarikan batik Cirebon. Selain itu, adanya kampung batik di Kasepuhan, sambungnya, diharapkan mampu mengurangi pengangguran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yadi pun tak menampik perjuangan menuju kampung batik tidak lah mudah. Banyak kendala yang sering ia temukan. Namun, bagi Yadi dan perajin yang ikut merintis kampung batik itu memegang teguh nilai-nilai kesabaran.
"Kuncinya sabar. Kita harus konsisten melatih anak-anak, demi regenerasi perajin batik dan terciptanya kampung batik," ucapnya.
Ditempat yang sama, Kepala DKOKP Kota Cirebon, Dana Kartiman mengatakan batik merupakan warisan yang perlu dilestarikan. Terlebih lagi, sambungnya batik saat ini sudah mendapatkan pengakuan secara legal dari dunia.
"Kita harus bisa mengembangkan batik Cirebon. Harapan kita, dari langkah kecil ini untuk membuat kampung batik bisa menjadi besar. Kita berharap ini bisa menularkan ke masyarakat lain untuk aktif mengembangkan batik," katanya.
Dana sangat mengapresiasi karena perintisan kampung batik itu melibatkan anak-anak. Hal itu akan membuat regenerasi perajin batik di Cirebon tak akan hilang. "Kita jangan kalah dengan Yogyakarta, Solo, dan Pekalongan. Banyak motif yang mereka muncul, kita hanya Mega Mendung saja yang tenar. Harapannya dengan adanya ini bisa muncul motif-motif batik kuno lainnya," tutup Dana.
(avi/avi)












































Foto: Sudirman Wamad
batik khas Cirebon Foto: Sudirman Wamad