Ketua Paguyuban Pasundan Didi Turmudzi menyatakan di Jawa Barat ke depan akan semakin banyak tantangan terutama dalam pembangunan. Saat ini saja sedang ada proyek besar yang sedang berjalan di Jawa Barat.
Mulai dari Mega Proyek kota terpadu Meikarta di Bekasi, Summarecon di Kota Bandung dan juga transit orianted development (TOD) Walini di Kabupaten Bandung Barat. Menurutnya ketiga pembangunan itu perlu dikaji oleh pemimpin Jabar ke depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Demi melindungi masyarakat kecil tersebut, kata Didi, Jawa Barat butuh pemimpin yang mencerminkan sosok petarung. "Harus ada sosok gubernur bisa berdiri dalam posisi yang kuat bersama Jakarta," ujarnya.
Senada dengan Didi, pengamat pemerintahan Indra Prawira menyatakan pemimpin Jabar itu selain harus mencerimkan sosok petarung juga harus memiliki kecerdasan yang baik.
"Pemimpin Jabar harus mencerminkan sosok petarung dan juga cerdas," ujar Indra.
Sementara itu, pengamat ekonomi Unpas Acuviarta Kartabi mengungkapkan dalam pesta demokrasi lima tahunan ini fokus utamanya adalah masalah ekonomi. Contohnya saja dalam Pilgub DKI Jakarta lalu, topik yang menarik perhatian masyarakat adalah masalah ekonomi.
"Pilkada DKI lalu yang menarik bagi masyarakat adalah rumah 0 persen dan program berbau ekonomi," ucap Acu.
Maka dari itu, dia melihat juga penting bila pemimpin Jabar ke depan memiliki komitmen dalam bidang ekonomi. "Oleh krena itu dalam hal ekonomi bahwa pemimpin di Jabar betul-betul berkomitmen untuk pengembangan ekonomi," tandasnya. (ern/ern)










































