Surat kesepakatan kedua instansi ini ditanda tangani oleh Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto dan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (30/10/2017).
Agung mengatakan pembinaan ini berlaku untuk siswa kelas tiga tingkat SMA sederajat di seluruh daerah Jabar. Setiap siswa yang berniat menjadi anggota Polri akan mendapatkan pelatihan sebelum mengikuti seleksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia meminta kepada Kapolres dan Pemda di Jabar untuk segera mengimplementasikan kerja sama yang terjalin saat ini. Dia berharap pembinaan melahirkan SDM unggul hingga bisa menekan penyelewengan pendaftaran Polri.
"Pendidikan harus bersih, dengan begitu bisa menghasilkan polisi bersih. Kami minta implementasi di daerah bisa berjalan dengan baik," ucap Agung.
Surat kesepakatan kedua instansi ini ditanda tangani oleh Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto dan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan. (Foto: Muklis Dinillah/detikcom) |
"Pemprov Jabar juga harusnya terima kasih kepada kami. Karena setiap tahun kami mengurangi seribu pengangguran di Jabar," tutur Agung.
Gubernur Ahmad Heryawan mengatakan pembinaan ini bertujuan memberikan kesempatan lebar untuk putra daerah menjadi anggota Polri.
"Kita mencari polisi unggul, tentu secara natural kita seleksi, dengan menyiapkan dari awal (pembinaan). Sisi ini yang disentuh peningkatan SDM, bukan hanya memprioritaskan putra daerah," ujar Aher, sapaan Heryawan.
Selain menandatangani kerja sama pembinaan calon anggota Polri, Polda Jabar dan Pemprov Jabar bergandeng tangan untuk pencegahan penyalahgunaan narkoba dan serta desa. (bbn/bbn)











































Surat kesepakatan kedua instansi ini ditanda tangani oleh Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto dan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan. (Foto: Muklis Dinillah/detikcom)