Siswa SD di Bandung Masuk RS Diduga Dianiaya Teman Sekelas

Wisma Putra - detikNews
Senin, 30 Okt 2017 13:47 WIB
Ilustrasi. (Foto: Thinkstock)
Kabupaten Bandung - Salah satu siswa SD SDN Bojong Malaka II Baleendah Bandung sempat menjalani perawatan di rumah sakit lantaran mengeluh sakit di bagian perut. Bocah lelaki usia tujuh tahun tersebut mengaku mengalami kekerasan fisik oleh teman sekelasnya.

Selepas pulang sekolah, Senin (23/10) pekan lalu, siswa ini diboyong ke RSUD Al Ihsan Baleendah. "Anak saya mengeluh sakit di perut sepulang sekolah. Ia mengaku dipukul teman sekelas," kata Tati Setiawati (41), orang tua siswa tersebut, di kediamannya, Desa Bojong Malaka, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jabar, Senin (30/10/2017).

Semula Tati dan suaminya, Kurnia Rukmana (45), tidak mengetahui penyebab keluhan anaknya. Usai pemeriksaan, anaknya boleh pulang. Lalu pada Rabu 25 Oktober, anak tersebut dibawa orang tuanya kembali ke Al Ihsan. "Dia dirawat selama dua hari, Rabu hingga Jumat," kata Tati.

Hasil rontgen tidak ada luka serius yang dialami bocah itu. Menurut Tati, anaknya yang pendiam ini baru berbicara di RS bahwa pernah dipukul di perut oleh teman sekelas. "Saya bilang kenapa tidak lapor gurunya, dia takut. Dia tahu muka, tapi tidak tahu namanya (teman diduga memukul)," tuturnya.

Kini siswa SD ini SDN Bojong Malaka II ini sudah membaik. Senin ini ia sudah kembali sekolah. Tati berjanji tidak memperpanjang kejadian dugaan penganiayaan terhadap sang anak.

"Saya tidak akan menuntut apa-apa. Ingin diselesaikan masalahnya saja sama pihak sekolah biar kejadian ini menjadi bahan pembelajaran ke depannya," ucap Tati.

Kepala SDN Bojong Malaka II Eni Rohaeni mengatakan dari keterangan guru yang mengajar di kelas siswa tersebut pada Senin lalu tidak ada laporan atau jeritan berkaitan info aksi kekerasan fisik. Di dalam kelas it ada sekitar 40 siswa.

Eni mengetahui salah satu anak didiknya masuk rumah sakit lantaran ramai diperbincangkan di media sosial (medsos) Facebook. "Saya bersama guru lainnya lalu menengok ke rumah sakit dan menanyakan oleh siapa dipukul. Ia mengaku dipukul siswa berkulit hitam. Namun saya bingung karena dia tidak mengetahui nama temannya itu," tuturnya.

"Saya tahunya di FB, seharusnya jika tidak ada kepuasan ke sekolah harusnya langsung ke sekolah. Kini akhirnya orang tua dan kakanya datang k esini (setelah ramai di medsos)," ucap Eni menambahkan.

Meski belum dapat dipastikan kebenaran kasus dugaan aksi kekerasan, ia terus meningkatkan pengawasan terhadap para siswanya. "Kami merasa antisipasi dari guru sudah maksimal. Ya karena hari itu ada dua sampai tiga guru mengawasi 40-an siswa kelas satu," ujar Eri.

Respon Pemkab Bandung

Wakil Bupati Bandung Gungun Gunawan angkat bicara soal dugaan kekerasan fisik yang menimpa siswa SDN Bojong Malaka II. "Jika informasi itu benar pihak sekolah harus duduk bersama dengan kedua orang tuanya," ucap Gungun di Lapang Upakarti, Pemkab Bandung, Soreang.

"Kalaupun ada yang sifatnya geng-gengan atau bully itu harus menjadi perhatian," kata Gungun menambahkan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Juhana mengaku belum mendapatkan laporan tersebut. Ia memastikan area di sekolah tidak boleh melakoni praktik kekerasan.

"Di sekolah tidak diajarkan kekerasan. Kami tetap berupaya melakukan pengendalian dan pengawasan para guru," ujar Juhana di tempat sama. (bbn/bbn)