DetikNews
Senin 23 Oktober 2017, 10:10 WIB

Begini Cara Deni Solang Sembuhkan Orang-orang Gila di Sukabumi

Syahdan Alamsyah - detikNews
Begini Cara Deni Solang Sembuhkan Orang-orang Gila di Sukabumi Deni solang bersama salah satu pasien/Foto: Syahdan Alamsyah
Sukabumi - Menjadikan orang gila selayaknya teman ternyata menjadi salah satu cara yang efektif bagi Deni Solang (53) menyembuhkan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Selain hal itu ada beberapa metode yang dilakukan Deni untuk terapi penyembuhannya, apa saja?

Pemilik dan pengelola Panti Aura Welas Asih di Kampung Cangehgar, Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, ini memberikan terapi khusus untuk penderita gangguan jiwa. Pendekatan melalui curhat dan komunikasi aktif dianggap mampu untuk pemulihan si penderita.

"Kita lakukan terapi islamiyah melalui doa-doa, kemudian dilanjutkan dengan rukiah setiap malam jumat, refleksi dan pitaran kepala dan seluruh badan, itu yang biasa kita lakukan di panti," tutur Deni kepada detikcom di panti miliknya, Minggu (22/10/2017).

Baca Juga: Mengenal Deni Solang 'Teman Orang Gila' dari Sukabumi

Paling penting, dikatakan Deni, berbagi dan perhatian tanpa melibatkan kekerasan menjadi pokok utama pemulihan penderita gangguan jiwa. Hukuman kepada penderita dengan kekerasan tidak akan efektif, Deni punya cara tersendiri ketika ada penderita yang beringas dan susah untuk dikendalikan.

"Penderita gangguan jiwa ini paling suka makan, di kasih makan setiap jam pun pasti akan selalu mereka habiskan. Kita cukupkan kebutuhan makan mereka, bila perut kenyang maka aliran darah akan lancar dan bisa berfikir, penderita akan paham dan tau siapa yang mengurus mereka dengan begitu terapi kita akan masuk karena munculnya kepercayaan jika kami di sini bukan untuk menyakiti mereka," jelas Deni.

Bila cara pendekatan makanan ini gagal, Deni memulai metode hadiah dan hukuman. Caranya adalah tidak memberikan makanan satu hari hingga dua hari penuh. Dengan begitu penderita akan tau apa kesalahannya.

"Jika beringas mereka kita tempatkan di ruangan khusus, dengan pengulangan kalimat kamu tidak boleh begitu tidak boleh begini maka dia akan sadar dan mengakui kesalahannya. Biasanya hukuman belum berjalan setengah hari mereka sudah berubah," lanjut dia.

Deni sendiri mengaku sudah hampir 10 tahun bergaul dengan penderita gangguan jiwa, sejak 2008 dia rajin mendatangi para penderita di pasar, terminal dan tempat-tempat keramaian untuk memberikan makanan.

"Setiap hari setiap sore saya rutin berkomunikasi dengan penderita gangguan jiwa, awalnya tidak nyambung kalau ngobrol tapi lama kelamaan mereka mengenali kita akhirnya diajak ngobrol pun nyambung. Akhirnya dari hal itu saya belajar, meskipun jiwa mereka terganggu mereka juga manusia dengan pikiran terbuka bisa mengenali saya saja sudah bagus sampai akhirnya saya kasih nama ke mereka dan mereka merespons ketika saya panggil," cerita Deni.



(avi/avi)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed