DetikNews
Jumat 20 Oktober 2017, 18:31 WIB

Begini Respons Ridwan Kamil Saat Disalahkan Sopir Angkot

Tri Ispranoto - detikNews
Begini Respons Ridwan Kamil Saat Disalahkan Sopir Angkot Wali Kota Bandung Ridwan Kamil/Foto: Tri Ispranoto
Bandung - Sopir angkot menyebut Wali Kota Bandung Ridwan Kamil sebagai biang dari aksi mogok mereka. Karena orang nomor satu di Bandung itu memperbolehkan transportasi online beroperasi.

Menurut pria yang akrab disapa Emil itu pernyataan yang terlontar tidak ada hal yang keliru. Sebab apa yang dilontarkan sudah dikonsultasikan terlebih dahulu dengan Dirjen Hubungan Darat Kementerian Perhubungan.

"Ada yang keliru enggak? Saya menyatakan tidak dilarang karena itu hasil konsultasi. Pak Dirjen mengatakan bahwa tidak ada pelarangan," ucap Emil kepada wartawan di Pendopo Kota Bandung, Jumat (20/10/2017).

Baca Juga: Sopir Angkot di Cicaheum: Kita Mogok Gara-gara Ridwan Kamil

Emil mengatakan postingan tersebut juga sebagai penjelasan terhadap respons masyarakat yang diterimanya dalam media sosial. Menurutnya warganet selaku pengguna transportasi online meminta agar Emil mengunggah pernyataan tersebut.

"Di sinilah pertaruhan kepemimpinan. Saya harus adil dalam mengambil keputusan. Setiap keputusan pasti tidak akan memuaskan salah satu pihak. Tapi saya pastikan itu sudah hasil konsultasi dengan Pak Dirjen," katanya.

Selain itu, Emil juga meminta kepada pihak kepolisian untuk melakukan penegakkan hukum terhadap siapa saja yang dianggap meresahkan terkait konflik antara sopir angkutan online dan konvensional.

"Saya sudah instruksikan kepolisian untuk menangkap dan menertibkan itu. Perbedaan pendapat tidak bisa diselesaikan oleh jalan kekerasan," tegas Emil.

Emil menyebut pihaknya sudah berkoordinasi agar polisi segera melakukan tindakan tegas jika memang diperlukan terkait aksi kekerasan yang berujung pada tindak kriminalitas.

"Sambil sekarang kita dialog dengan apa yang terjadi. Karena permasalahan ini bukan lingkup Bandung tapi nasional. Semuanya sama," katanya.

Sebelumnya sejumlah sopir angkot merasa kecewa lantaran pernyataan Emil melalui akun instagramnya yang mengunggah imbauan agar transportasi online tetap beroperasi pada Selasa 17 Oktober lalu.

"Kemarin sudah ada edaran Kobanter aksi demo satu hari. Itu juga perwakilan. Tapi karena ada postingan Emil memicu kemarahan beberapa teman-teman sopir angkot secara langsung memberitahukan berhenti total 17.30 WIB," kata salah satu sopir angkot Hengki (32) di Terminal Cicaheum, Kamis 19 Oktober lalu.


(avi/avi)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed