DetikNews
Kamis 19 Oktober 2017, 12:36 WIB

Cerita Mistik Pedati Terbang Milik Cakrabuana di Cirebon

Sudirman Wamad - detikNews
Cerita Mistik Pedati Terbang Milik Cakrabuana di Cirebon Pedati Gede Pekalangan (Foto: Sudirman Wamad/detikcom)
Cirebon - Pangeran Cakrabuana meninggalkan banyak warisan di Cirebon. Cakrabuana salah seorang yang getol syiar Islam di sepanjang Pantai Utara (Pantura) Jawa.

Salah satu peninggalannya yang hingga kini masih terawat ialah Pedati Gede Pekalangan. Kini pedati tersebut berada ruangan khusus berlokasi di RW 05 Pekalangan Selatan, Kelurahan Pekalangan, Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon, Jawa Barat.

Pedati Gede Pekalangan menempati ruangan seluas 9 x 12 meter. Juru Kunci Pedati Gede Pekalangan, Taryi (67) mengatakan, Pangeran Cakrabuana membuat Pedati Gede Pekalngan pada tahun 1371.

"Manfaatnya ada dua, pertama untuk syiar Islam dan kedua mengangkut bahan bangunan pembuatan Masjid Agung Sang Cipta Rasa di kompleks Keraton Kasepuhan," kata Taryi saat ditemui detikcom di lokasi penyimpanan Pedati Gede Pekalangan, Kamis (19/10/2017).

Taryi menjelaskan Pedati Gede Pekalangan memiliki 12 roda dengan ukuran berbeda. Roda belakang memiliki ukuran paling besar, panjang dua meter dan lebar dua meter. Namun, pada 1930, Kelurahan Pekalangan sempat mengalami peristiwa kebakaran. Empat roda depan pedati pun terbakar. Pedati tersebut memiliki tunggul dengan bentuk naga di bagian belakang tempat duduknya.
Cerita Mistik Pedati Terbang Milik Cakrabuana di CirebonPedati Gede Pekalangan (Foto: Sudirman Wamad/detikcom)
Pedati itu terbuat dari kayu jati yang usianya disebut-sebut sudah ratusan tahun. "Sekarang tinggal delapan yang kita pasang. Empatnya tak dipasang, kita simpan saja. Pangeran Cakrabuana itu menggunakan pedati dari Jakarta hingga Surabaya untuk syiar Islam, dengan pola merayap dari dusun ke dusun," tutur Taryi.

Sepuluh tahun setelah digunakan Cakrabuana yang juga akrab dikenal sebagai Pangeran Walangsungsang, pedati miliknya itu digunakan untuk membangun Masjid Agung Sang Cipta Rasa.

Selama ini, kisah Pedati Gede Pekalangan dikaitkan hal-hal mistik dan mitos. Menurut Taryi, Pedati Gede Pekalangan tak menyentuh tanah. Sehingga, sambung dia, dulu pengangkutan material bangunan Masjid Agung Sang Cipta Rasa hanya dirampungkan selama satu malam.

"Pedati ini terbang. Rodanya juga menempel kan. Jadi tidak menggelinding kaya pedati biasanya. Hanya dengan satu kerbau bule yang menariknya," kata Taryi.
Cerita Mistik Pedati Terbang Milik Cakrabuana di CirebonPedati Gede Pekalangan (Foto: Sudirman Wamad/detikcom)
Dia mengaku sempat bermimpi bertemu Cakrabuana. Dalam mimpinya itu, pedati tersebut tengah terbang dan Cakrabuana meminta Taryi merawat Pedati Gede Pekalangan.

Soal cerita pedati terbang, Taryi menyebut bukan hanya dia saja yang bermimpi serupa. "Selain saya, ada orang Bali sempat mimpi melihat pedati terbang. Orang Bali itu ke sini mencari, ternyata pedati yang ia lihat itu mirip dengan di sini," ucap Taryi.

Ia mengungkapkan Pedati Gede Pekalangan menjadi tempat orang berziarah. Bahkan, sambung Taryi, peziarah yang datang ke Pedati Gede Pekalangan tak hanya warga Indonesia.

"Dari Malaysia juga pernah ke sini, kemudian Belanda. Hampir setiap daerah pernah ke sini, tapi tidak banyak. Kadang tiga sampai lima orang. Pejabat juga ada yang sering berkunjung," ujar Taryi.
(bbn/bbn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed