Menanggapi analisa pengamat, Dedi Mulyadi enggan berkomentar lebih jauh. Ia menilai untuk pasangan calon merupakan kewenangan dari DPP dan persetujuan partai koalisi PDIP dan Hanura.
"Kita tunggu waktunya saja. Kan kita ini merupakan bagian dari sistem kepartaian, bagaimana keputusan ke depan ya kita lihat nanti keputusannya," kata Dedi saat dihubungi via telepon genggam, Senin (16/10/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski enggan berkomentar soal peluang berpasangan, Bupati Purwakarta ini punya penilaian tersendiri tentang Susi. Menurutnya, Menteri Kelautan dan Perikanan itu merupakan sosok wanita Sunda yang memiliki integritas.
"Ia adalah sosok perempuan sunda yang herhasil memperlihatkan ingetgritas. Dari situlah tren wanita sunda berubah. Perempuan sunda kan dipahami lembut, cengeng dan mudah menyerah, ternyata ada tuh sosok dari Pangandaran tidak mudah menyerah," ungkap dia.
Lalu bersedia dipasangkan dan merasa cocok dengan Susi?
"Kita tidak ngomong cocok tidak cocok itu masyarakat yang menilai," tegas Dedi. (avi/avi)











































