DetikNews
Jumat 13 Oktober 2017, 20:35 WIB

Dihantui Macet, Kades di Sukabumi Buat Surat Terbuka untuk Jokowi

Syahdan Alamsyah - detikNews
Dihantui Macet, Kades di Sukabumi Buat Surat Terbuka untuk Jokowi Foto: facebook
Sukabumi - Seorang Kepala Desa (Kades) dari Desa Tenjolaya Kecamatan Cicurug Kabupaten Sukabumi membuat surat terbuka yang ditujukan untuk Presiden RI Joko Widodo. Dalam suratnya Kades bernama Aro Bangun Adinoto itu menuliskan keluhan warganya tentang kemacetan akibat perbaikan Jembatan Cisadane di Kampung Cisalopa, Kecamatan Caringin, Bogor.

Aryo yang mengaku mewakili masyarakat Kecamatan Cicurug itu curhat mengenai kemacetan yang disebutnya mengganggu perekonomian dan kepentingan vital warganya. Berikut isi curhatan Aryo yang dia posting di akun Facebook miliknya.

"Dear bapak presiden Joko Widodo yth. Dgn surat terbuka ini kami sampaikan mewakili masyarakat kecamatan Cicurug Kabupaten Sukabumi. Kkami paham perbaikan jembatan Cisalopa utk keselamatan kita juga sebagai pengguna jalan tp tolong pak lihat imbas dari perbaikan tersebut,sudah hampir 2 bulan perekonomian kami tersendat,anak2 kami harus jalan kaki dan telat sampai sekolah dan rumah, orang2 sakit jd terganggu utk periksa karena dokternya terjebak macet dan dlm keadaan darurat pun mobil ambulance susah melewati jalan utk ke rumah sakit, saya berharap bapak Presiden bisa lebih mendorong jajarannya agar dapat mempercepat pembangunan perbaikan jembatan cisalopa.

Hormat kami masyarakat kecamatan Cicurug."

Dihantui Macet, Kades di Sukabumi Buat Surat Terbuka untuk JokowiFoto: facebook


Dihubungi melalui telepon selulernya, Aryo membenarkan ia sudah seringkali mendapat pengaduan warga soal kemacetan yang dianggapnya luar biasa itu karena telah meruntuhkan ekonomi dan kepentingan warga.

"Saya tidak mengecam pembangunan, justru kita mendukung. Hanya saja tolong perhitungannya dibuat matang dulu, karena dampaknya secara nyata dirasakan oleh masyarakat," tuturnya.

Keluhan itu disebut Aryo dirasakan seluruh masyarakat Cicurug. "Bukan hanya satu desa tapi 12 desa di tiga kecamatan, Kecamatan Ciambar, Cicurug dan Parungkuda. Setiap hari setiap malam, jalan kampung penuh oleh kendaraan," sambung dia.

Aryo berharap pihak pemerintah lebih dulu melakukan perhitungan sebelum memulai pembangunan mengingat jembatan Cisadane yang kini diperbaiki merupakan akses utama menuju Bogor maupun sebaliknya.

"Padat-padatnya sehari semalam tidak ada berhentinya, kami inginnya ada kehadiran polisi di jam-jam sibuk, kalau bisa kendaraan besar itu dijaga, atau sementara dihentikan duluaktivitasnya, ini belum waktunya mereka keluar sudah keluar. Bayangkan saja ada warga saya mau ke rumah sakit, pakai ambulans enggak bisa lewat dari jalan kampung ke jalan utama sampai satu jam," keluhnya.

Postingan Kades Aryo kemudian viral dan dibagikan ulang oleh ratusan pengguna Facebook dan mendapat respons dari hampir 500 warganet. Di kolom komentar sejumlah warganet mempostingkan foto situasi jalan yang memang terlihat padat.

Dihantui Macet, Kades di Sukabumi Buat Surat Terbuka untuk JokowiFoto: facebook

(ern/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed