DetikNews
Jumat 13 Oktober 2017, 20:10 WIB

Jalan Kaki Surabaya-Jakarta

Tiba di Bekasi, Ade Kenzo Peluk Anak Istri

Luthfiana Awaluddin - detikNews
Tiba di Bekasi, Ade Kenzo Peluk Anak Istri Foto: Luthfiiana Awaluddin
Bekasi - Saat melintas di jembatan Tanjungpura perbatasan Karawang - Bekasi, Muhamad Ade Lukman Kumaini tiba - tiba mempercepat langkah kakinya. Ia terlihat bergegas menghampiri kerumunan orang di seberang jembatan, yang merupakan wilayah Bekasi. Dalam kerumunan itu, terdapat istri dan anaknya yang sudah menunggu.

Bunyi rentetan petasan terdengar nyaring ketika Ade memasuki wilayah Kabupaten Bekasi. Pria 39 tahun itu disambut peluk dan kecup dari istri serta kedua anaknya pada Jumat siang (13/10/2017).

Setelah hampir satu bulan meninggalkan rumah, akhirnya pria yang dikenal Ade Kenzo kembali bertemu keluarganya. 24 hari lalu, ia berada di Tugu Pahlawan, Surabaya. Dari sana, ia berjalan kaki dengan tujuan istana negara di Jakarta.

Tiba di Bekasi, Ade Kenzo Peluk Anak IstriFoto: Luthfiiana Awaluddin

Kurang lebih 1.200 km, sudah ia tempuh dengan berjalan kaki. Selama perjalanan, 8 kaus kaki, 1 sepatu olahraga dan 3 sandal gunung yang ia pakai telah jebol. Meski demikian, Ade mengaku masih kuat berjalan. Ia membocorkan trik supaya kuat berjalan jarak jauh. "Saat melangkah, tumpuan kaki di tumit bukan di telapak depan supaya menghindari lecet di kaki," kata dia.

"Untuk menjaga kondisi fisik, saya disiplin makan, minum air putih dan suplemen. Juga selalu pemanasan sebelum berangkat untuk menghindari cedera," kata dia.

Aksi yang dimulai pada Selasa, 19 September 2017 itu ia lakukan sendirian. Ia berangkat dari rumahnya di Kabupaten Bekasi menuju Tugu Pahlawan di Surabaya. Dari sana, ia mengambil jalur utara.

Sepanjang perjalanan, relawan jamkeswatch itu mengaku mendapat berbagai kendala. Mulai dari dihadang polisi hingga dehidrasi. "Saya juga mengalami kram kaki lebih dari 10 kali, bibir pecah - pecah hingga keseleo dan sesak nafas," kenang dia.

"Tapi alhamdulillah saya nggak pernah kelaparan sepanjang perjalanan. Banyak warga yang ngasih saya nasi bungkus,"

Ade mengaku, sudah memprediksi semua insiden itu. Bukan kali ini saja ia melakukan aksi jalan jauh. Pada 2014, ia pernah melakukan hal serupa dari Bandung ke Jakarta. Setahun kemudian ia juga jalan kaki dari Cikarang ke Jakarta.

Namun kali ini, ia memilih jarak yang paling jauh. Karena itu Ade meminta restu kepada keluarga, ia bahkan meminta istri dan anaknya ikhlas jika Ade meninggal di perjalanan. "Sampai akhirnya diberi izin dan keluarga ikhlas walau saya pulang tinggal nama," kata dia.

Ade bercerita, tak mudah mendapat restu dari istri dan anaknya untuk melakukan aksi tersebut. "Saya butuh waktu 2 bulan untuk yakinkan istri dan anak. Cara ngebujuknya, saya ajak ngobrol 4 mata, bicara dari hati ke hati," ujar Ade saat ditemui detik di plaza pemda Karawang, Jumat (13/10).

Tiba di Bekasi, Ade Kenzo Peluk Anak IstriFoto: Luthfiiana Awaluddin


Kini, perjalan ke istana tersisa 50 Km. Meski belum tentu bakal diberi izin masuk istana, Ade yakin bisa bertemu presiden Jokowi. "Karena saya mewakili rakyat Indonesia," katanya.

Kepada presiden, Ade akan mengutarakan buruknya pelayanan BPJS. Aksi itu, ia sebut sebagai bentuk protes kepada pemerintah karena banyak warga miskin yang belum menjadi peserta BPJS Kesehatan. "Padahal golongan ini tergolong penerima bantuan iuran (PBI) yang seharusnya dibantu," kata Ade

Sepanjang perjalanan, ia membagikan selebaran berisi 19 tuntutan kepada warga. Isinya mengenai berbagai masalah pelayanan JKN & BPJS. "Tuntutan itu berdasarkan pengalaman yang saya alami dan saya temukan di berbagai daerah," kata dia.
(ern/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed