DetikNews
Jumat 13 Oktober 2017, 18:32 WIB

Arena Duel Gladiator Siswa SMP Sukabumi Berada di Tengah Kuburan

Syahdan Alamsyah - detikNews
Arena Duel Gladiator Siswa SMP Sukabumi Berada di Tengah Kuburan Lokasi arena perkelahian antarsiswa SMP di Sukabumi. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Sukabumi - Sejumlah siswa dari dua SMP di Kota Sukabumi terlibat duel ala gladiator. Video tarung satu lawan satu itu viral di media sosial (medsos). Arena perkelahian mereka ternyata berada di tengah lahan kuburan.

Informasi dari sejumlah siswa yang sempat menjalani pemeriksaan polisi, lokasi duel berada di Kampung Kebon Jengkol, Cijangkar, Kelurahan Nanggeleng, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, Jabar. Area tepatnya di tempat pemakaman umum (TPU).

Tempat arena duel berjarak sekitar satu kilometer dari SMPN 6. Siswa SMPN 6 dan SMP Muhammadiyah Kota Sukabumi terlibat dalam aksi kekerasan itu. Siswa mengetahui arena gladiator ini menunjukkan tempatnya.

"Di sini kang lokasinya, anak-anak suka berantam di tempat ini. Kadang janjian dulu," tutur salah satu siswa di lokasi, Jumat (13/10/2017).

[Gambas:Video 20detik]


Tempat dijadikan arena pertarungan berada di pinggiran bukit, berdekatan dengan satu petak makam keluarga.

Suryani (50), warga yang tinggal dekat dengan TPU itu, pernah lihat anak-anak SMP berombongan melewati depan rumahnya sekitar beberapa bulan yang lalu. Namun dia tidak terlalu mengamati kegiatan yang mereka lakukan.

"Melintasi makam ini memang ada lapangan bola, memang banyak anak sekolah sering lewat tapi sambil membawa bola. Nah anak-anak SMP yang waktu itu lewat tidak bawa bola, ada sekitar 10 sampai 11 orang. Saya enggak tahu kalau ternyata mereka berkelahi," tuturnya.

Baca juga: Siswa Duel Gladiator, DPRD Sukabumi Nilai Sekolah Lengah

Suryani mengaku baru tahu lokasi perkelahian siswa SMP itu berada di area kuburan Kebon Jengkol. Menurut dia, pemakaman tersebut milik sebuah yayasan dan merupakan area pemakaman yang paling luas di Kota Sukabumi.

"Sengaja ke tempat sepi, padahal mau pada berantem. Dulu sering begitu, tapi setelah ramai yang terakhir itu sudah jarang lagi ada anak sekolah melintas di depan rumah," ucap Suryani.
(bbn/bbn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed