DetikNews
Jumat 13 Oktober 2017, 17:59 WIB

Puluhan Buruh 'Zombi' Jalan Kaki dari Bandung ke Jakarta

Mukhlis Dinillah - detikNews
Puluhan Buruh Zombi Jalan Kaki dari Bandung ke Jakarta wajah buruh yang dicat seperti zombi/Foto: Mukhlis Dinillah
Bandung - Sebanyak 50 buruh Awak Mobil Tangki (AMT) Pertamina berjalan kaki dari Bandung menuju Jakarta. Mereka akan menyampaikan sejumlah tuntutan di istana negara.

Para buruh AMT ini berjalan kaki dengan berpenampilan seperti zombie. Sebelum memulai aksinya, para buruh AMT ini melakukan unjuk rasa di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung

"Hari ini yang ikut long march (jalan kaki) 50 orang dari 9 depot Pertamina di Indonesia," kata Korlap Aksi Asep Idris di lokasi.

Menurutnya aksi jalan kaki ini menggunakan kostumzombi ini untuk menekankan matinya huk
wajah buruh dicat seperti zombiwajah buruh dicat seperti zombi Foto: Mukhlis Dinillah
um Indonesia. Sebab, pertamina tidak menaati hukum dengan melakukan PHK massal kepada ribuan AMT.

Asep menuturkan aksi jalan kaki sejauh 160 kilometer ini diperkirakan berlangsung selama 7 hari. Aksi jalan kaki massal ini dimulai dari Bandung-Cimahi-Padalarang-Purwakarta-Karawang-Bekasi-Jakarta.

Ia menyebut pihaknya sudah mempersiapkan fisik dan logistik selama jalan kaki menuju ibu kota Jakarta ini. Pihaknya mengaku mendapatkan banyak sumbangan dana untuk aksi ini.

"Alhamdulillah untuk logistik banyak yang menyumbang untuk perjuangan kami," ungkap pria yang pernah bekerja di depot Pertamina di Jakarta ini.

Dia mengatakan para buruh AMT dalan aksi jalan kaki ini membawa enam tuntutan kepada pemerintah pusat. Antara lain meminta pemerintah menghapus sistem kontrak dan outsourching.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya meminta pemerintah membatalkan PHK dan mengangkat AMT menjadi karyawan tetap. Memberlakukan 8 jam kerja dan terapkan upah lembur.

"Tuntutan selanjutnya kami ingin pemerintah bayar iuran BPJS crew AMT agar tidak ditolak rumah sakit. Bayarkan pesangon dan upah semua pensiunan AMT dan bayarkan hak cuti tahunan AMT," tutur ayah tiga orang anak ini.

Dia mengaku aksi ini mewakili ribuan AMT yang di PHK sejak Juni 2017 lalu. Pihaknya meminta Pertamina memperkerjakan lagi AMT yang di PHK dan menunaikan upah lembur yang belum dibayarkan sejak 2012 lalu.

"Sejak 2012 lalu upah lembur kami belum dibayar. Kalau dihitung2 se-Indonesia itu mencapai Rp160 miliar," kata Asep.
(avi/avi)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed