DetikNews
Jumat 13 Oktober 2017, 11:32 WIB

Ahmad, Pendiri Sekolah di Kabupaten Bandung Ikuti Ujian Kesetaraan

Wisma Putra - detikNews
Ahmad, Pendiri Sekolah di Kabupaten Bandung Ikuti Ujian Kesetaraan Ahmad Foto: wisma putra
Bandung - Puluhan peserta Ujian Nasional Paket Kesetaraan C mengikuti pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Gelombang II di MTSN 1 Ciparay, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Ada yang menarik pada pelaksanaan UNBK Paket Kesetaraan C yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, seorang peserta berumur 45 tahun turut mengikuti UNBK tersebut.

Adalah Ahmad Syahid (45) warga Desa Alam Endah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung yang tercatat sebagai peserta tertua UNBK Kesetaraan Paket C, menurutnya tidak ada kata terlambat untuk belajar.

"Tidak ada kata terlambat untuk belajar, lebih baik terlambat dari pada tidak," katanya kepada wartawan di MTSN 1 Ciparay, Jalan Ciheulang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (13/10/2017).

Pantauan detikcom, Ahmad Syahid peserta dari PPS Aljawahir sangat antusias sekali mengikuti UNBK tersebut. Ia duduk di kursi baris ketiga yang berada di Ruangan 03. Selain itu ia juga sangat cepat sekali menjawab setiap soal UNBK, pasalnya ia lebih cepat meninggalkan ruangan ujian dari peserta lain.

"Alhamdullilah setiap soal mata pelajaran Bahasa Indonesia yang saya kerjakan bisa saya jawab dan dapat diselesaikan secara cepat," ujarnya.

Tidak ada yang menyangka jika Ahmad peserta UNBK Paket Kesetaraan C merupakan salah satu penggagas atau pendiri sekolah MTS Alif Al-Itifaq bersama KH Fuad pimpinan Pondok Pesantren Al-Itifaq Rancabali, Kabupaten Bandung.

Menurutnya, setiap orang yang bertemu dengannya pasti tidak akan menyangka jika ia tidak sekolah. Padahal Ahmad bisa menjadi narasumber mahasiswa yang melakukan penelitian dan pembuatan tesis dan disertasi di Pesantren Al-Itifaq.

Baginya mengikuti ujian kesetaraan tersebut bukan semata-mata untuk mendapatkan ijazah semata, melainkan ia ingin merasakan bagaimana duduk di kelas dan belajar seperti siswa.

"Usia dan waktu tidak ada batasan, setelah ini saya memiliki rencana kuliah bagaimana saya ingin merasakan duduk belajar di perguruan tinggi," ujarnya.

Pria yang memiliki keseharian sebagai pedagang dan petani itu harus pintar-pintar membagi waktu antara belajar, bekerja dan mengurus rumah tangga. Baginya pendidikan dan ibadah merupakan hal utama dalam kehidupan.

"Saya punya anak tiga, satu cucu dan anak pertama saya sekarang sedang kuliah di UIN Semester V Jurusan Manajemen Dakwah, Fakultas Dakwah dan Komunikasi," tuturnya.

Tidak berhenti disana, ia pun saat ini sedang membangun sekolah kembali yang berada di wilayah Kabupaten Bandung Barat. "Saya sekarang mendirikan lagi SMK di Bandung Baray yaitu SMK Bela Persada," katanya.

Sementara itu, Kasi Pendidikan Masyarakat dan Kesetaraan Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Tedi Priatna mengatakan, pelaksanaan UNBK ini diikuti oleh 89 orang peserta dari dua pondok pesantren (PPS) yang berada di Kabupaten Bandung.

"89 peserta UNBK ini bersasal dari PPS Aljawahir Kecamatan Soreang dan PPS Abatasha Kecamatan Nagreg," ujarnya.

Tedi menambahkan, pelaksanaan UNBK yang diselenggarakan kali ini merupakan UNBK Gelombang II. "Pelaksanaan UNBK ini merupakan Gelombang II, sebelumnya mereka tidak mengikuti UNBK Gelombang I jadi mengukuti UNBK Gelombang II," tambahnya.
(avi/avi)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed