Polres Karawang Tangkap 14 Orang Terlibat Bentrok

Polres Karawang Tangkap 14 Orang Terlibat Bentrok

Luthfiana Awaluddin - detikNews
Jumat, 13 Okt 2017 10:18 WIB
Polres Karawang Tangkap 14 Orang Terlibat Bentrok
Kendaraan yang mengalami kerusakan akibat bentrok massa di Karawang. (Foto: istimewa)
Karawang - Polisi mengambil tindakan hukum kepada pihak-pihak yang terlibat bentrok antarkelompok massa di Karawang. Polisi telah menangkap 14 orang yang diduga membakar 1 motor dan merusak sejumlah mobil dalam insiden itu. Data terbaru ada 6 mobil rusak.

"Kami tangkap di tempat terpisah. Saat mereka berada di sekretariat ormas masing - masing," ujar Kapolres Karawang AKBP Ade Ary Syam Indradi saat dikonfirmasi detikcom via telepon, Jumat (13/10/2017).

Saat ditangkap, lanjut Ade, polisi mendapati 14 orang tersebut membawa senjata tajam. Hingga saat ini, belasan terduga pelaku pembakaran kendaraan itu masih diperiksa di Mapolres Karawang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Masih proses pemeriksaan, kami juga mendapati ada yang bawa senjata tajam juga," kata Ade.

Polisi menduga terdapat tersangka lain dalam aksi anarkis tersebut. "Beberapa orang lainnya yang diduga tersangka masih kami kejar," ucapnya.

Penyebab bentrok itu, sambung Ade, bermula saat puluhan anggota Brigade Utama Anak Singaperbangsa (BUAS) sedang berkumpul di Resto Dewi Air, Jalan Interchange, Karawang Barat, Kamis (12/10) siang.

Tiba-tiba, mereka diprovokasi oleh konvoi motor dari aliansi ormas, terdiri dari Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI), Laskar NKRI dan Gibas Cinta Damai.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, menurut Ade, bentrok dipicu saat beberapa motor yang melintas di depan Resto Dewi Air meraung - raungkan gas motor. Peristiwa memanas setelah kedua kubu saling tatap. "Lalu ada gerung-gerung motor, saling tatap dan terjadilah ribut," ucapnya.

Setelah itu, sejumlah pria yang diduga anggota aliansi ormas, jelas Ade, merusak enam mobil milik anggota BUAS yang terparkir di resto tersebut. "Ada juga satu motor yang dibakar," kata Ade.

Untuk mencegah konflik meluas, polisi bersama Komandan Kodim 0604 Karawang mengumpulkan seluruh ketua ormas yang terlibat dalam bentrok tersebut pada Kamis malam. "Semua pihak sepakat untuk tidak melakukan aksi balasan dan petugas akan melanjutkan proses hukum atas insiden ini," ujar Ade. (bbn/bbn)


Berita Terkait