"Kami tangkap di tempat terpisah. Saat mereka berada di sekretariat ormas masing - masing," ujar Kapolres Karawang AKBP Ade Ary Syam Indradi saat dikonfirmasi detikcom via telepon, Jumat (13/10/2017).
Saat ditangkap, lanjut Ade, polisi mendapati 14 orang tersebut membawa senjata tajam. Hingga saat ini, belasan terduga pelaku pembakaran kendaraan itu masih diperiksa di Mapolres Karawang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi menduga terdapat tersangka lain dalam aksi anarkis tersebut. "Beberapa orang lainnya yang diduga tersangka masih kami kejar," ucapnya.
Penyebab bentrok itu, sambung Ade, bermula saat puluhan anggota Brigade Utama Anak Singaperbangsa (BUAS) sedang berkumpul di Resto Dewi Air, Jalan Interchange, Karawang Barat, Kamis (12/10) siang.
Tiba-tiba, mereka diprovokasi oleh konvoi motor dari aliansi ormas, terdiri dari Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI), Laskar NKRI dan Gibas Cinta Damai.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, menurut Ade, bentrok dipicu saat beberapa motor yang melintas di depan Resto Dewi Air meraung - raungkan gas motor. Peristiwa memanas setelah kedua kubu saling tatap. "Lalu ada gerung-gerung motor, saling tatap dan terjadilah ribut," ucapnya.
Setelah itu, sejumlah pria yang diduga anggota aliansi ormas, jelas Ade, merusak enam mobil milik anggota BUAS yang terparkir di resto tersebut. "Ada juga satu motor yang dibakar," kata Ade.
Untuk mencegah konflik meluas, polisi bersama Komandan Kodim 0604 Karawang mengumpulkan seluruh ketua ormas yang terlibat dalam bentrok tersebut pada Kamis malam. "Semua pihak sepakat untuk tidak melakukan aksi balasan dan petugas akan melanjutkan proses hukum atas insiden ini," ujar Ade. (bbn/bbn)










































