DetikNews
Kamis 12 Oktober 2017, 19:11 WIB

Warga Sukabumi Ini Gagas Gerakan 'Clean Water For Mushala'

Syahdan Alamsyah - detikNews
Warga Sukabumi Ini Gagas Gerakan Clean Water For Mushala Wisnu Wiweka (66) bersama putrinya. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Sukabumi - Wisnu Wiweka (66), warga Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, ini membuat gerakan 'Clean Water For Mushala'. Tujuannya mengalirkan air bersih untuk musala di pelosok Sukabumi.

Kegiatan positif ini dia lakukan setelah mendapat pengalaman pribadi ketika akan menjalankan ibadah salat di salah satu masjid lima tahun yang lalu. Saat itu Wisnu mampir di sebuah masjid di daerah Sukabumi Selatan.

"Dalam sebuah perjalanan saya pernah ikut ke toilet di salah satu musala di Sukabumi Selatan. Ternyata kondisinya miris, tidak ada air. Ketika saya tanyakan ke warga ternyata untuk wudu saja mereka lakukan dari rumah, itupun air tampungan dari mata air yang lokasinya lumayan jauh," kata Wisnu didampingi putrinya, Lisda Wiweka (21), kepada detikcom di Jalan Masjid Agung, Kota Sukabumi, Kamis (12/10/2017).

Pengalaman itu membekas dalam ingatan Wisnu, hingga berminggu-minggu lamanya persoalan air bersih di Musala itu terus mengganjal pikirannya. Hingga akhirnya pria yang bekerja sebagai pelaut ini bertekad untuk membantu air bersih untuk musala.

"Saya awali gerakan yang saya namai 'Clean Water For Mushala' itu bersama istri dan anak-anak saya, kita cari target-target rumah ibadah yang memang membutuhkan sarana air bersih. Belakangan kegiatan itu juga berkembang dengan membangun jamban dan tempat wudu, hal ini sudah saya lakukan selama lima tahun," ujarnya.
Para santri yang musala yang masuk program 'Clean Water For Mushala' yang digagas Wisnu Wiweka.Para santri yang musala yang masuk program 'Clean Water For Mushala' yang digagas Wisnu Wiweka. (Foto: istimewa)
Wisnu mengaku hampir setengah usianya dia habiskan di laut sebagai quarter master di sebuah kapal pesiar yang bermarkas di Amerika Serikat (AS).

"Anak-anak saya sudah besar, sudah dapat pekerjaan yang baik. Istri saya juga bekerja sebagai guru PNS, jadi apa yang saya hasilkan dan saya lakukan selama 33 tahun bekerja menjadi pelaut adalah investasi untuk akhirat kelak," sambung Wisnu.

Bukan biaya sedikit yang dikeluarkan Wisnu untuk menggarap satu musala. Rata-rata uang Rp 1 juta hingga Rp 5 juta ia keluarkan untuk membeli peralatan sumur bor hingga mesin penyedot air.

"Biayanya besar kalau misalkan kita bangun jamban dan tempat wudu, cuma sekali lagi rezeki bisa dicari kadang saya libatkan kawan-kawan untuk ikut bergerak baik dari komunitas sosial ada juga dari rekan sesama pelaut," ujarnya.

Sejumlah wilayah di Sukabumi disentuh program Wisnu, Kalapanunggal, Sukaraja dan beberapa titik lainnya di wilayah Kabupaten Sukabumi.

"Besok saya sudah harus berangkat lagi bekerja. Tugas sosial ini saya serahkan ke istri dan anak-anak saya untuk melanjutkan. Ya karena memang dari setiap kegiatan yang saya lakukan lebih dominan istri dan keluarga saya yang bergerak langsung ke titik-titik lokasi," tutur Wisnu.
(bbn/bbn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed