DetikNews
Kamis 12 Oktober 2017, 14:41 WIB

Kecelakaan di Bandung Banyak Terjadi Setiap Hari Rabu dan Jumat

Tri Ispranoto - detikNews
Kecelakaan di Bandung Banyak Terjadi Setiap Hari Rabu dan Jumat Bandung Menjawab/Foto: Tri Ispranoto
Bandung - Badan Perencanaan Penelitian Pembangunan (Bapelitbang) Kota Bandung merilis sejumlah fakta mengenai tingkat kecelakaan di Kota Bandung yang terjadi dalam kurun waktu 2015 hingga 2016 lalu.

Kasubdit Perencana Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah II Bapelitbang Kota Bandung Sam Satriabadra mengungkapkan laporan yang diterbitkan dalam judul Bandung Road Safety Annual Report 2015-2016 tersebut memiliki tujuan sebagai informasi seputar kecelakaan di Kota Bandung.

Secara keseluruhan tren kecelakaan lalu lintas dari tahun 2013-2016 terus menurun secara bertahap meski jumlah populasi kendaraan terus meningkat. Tahun 2013 tercatat 838 kecelakaan terjadi dengan jumlah korban meninggal dunia sebanyak 125 orang.

"Sementara tahun 2016 hanya terjadi 654 kecelakaan dengan korban meninggal dunia 84 orang," beber Sam saat menjadi narasumber dalam Bandung Menjawab di Balai Kota Bandung, Kamis (12/10/2017).

Dari perhitungan bulan, bulan Juni 2015 dan 2016 merupakan pucak terjadinya kecelakaan. Terdapat 75 kecelakaan pada Juni 2015 dan 73 kecelakaan pada Juni 2016. Sementara kematian tertinggi terjadi pada September 2016 dengan 13 orang korban dan Mei 2016 dengan 10 korban meninggal dunia.

Sementara kematian paling banyak disebabkan oleh pengendara sepeda motor dengan 57 persen, pejalan kaki 23 persen, penumpang sepeda motor 14 persen dan sisanya disebabkan oleh pesepada, pengemudi roda empat dan penumpang roda empat.

"Dari segi waktu kecelakaan yang menyebabkan korban cedera dan kematian adalah pukul 8-10 pagi. Dan yang menarik adalah Rabu menjadi hari dengan jumlah cedera tertinggi sementara Jumat hari dengan jumlah kematian tertinggi," ujarnya.

Secara keseluruhan faktor penyebab kecelakaan adalah pengemudi yang tidak tertib dengan dominasi 51 persen, disusul 23 persen akibat melebihi batas kecepatan, pengemudi lemah dengan 18 persen, pengemudi mengantuk 5 persen dan sisanya 3 persen akibat pengaruh alkohol.

Pihaknya berharap dengan penerbitan data tersebut bisa memberikan pengetahuan dan gambaran mengenai kondisi keselamatan jalan sehingga dapat digunakan sebagai bahan perbaikan intervensi perencanaan juga evaluasi.

"Sehingga bisa mempercepat pembangunan Kota Bandung dalam menciptakan jalan yang lebih aman bagi semua pengguna jalan," tutup Sam.


(avi/avi)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed