Sultan Kasepuhan Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat mengatakan WICF bertujuan mengangkat kembali kekuatan dan potensi umat Islam yang ada di Indonesia dan dunia, khususnya Islam di Cirebon. Saat ini banyak pandangan miring tentang Islam lantaran adanya peristiwa peperangan dan terorisme yang mengatasnamakan agama.
Padahal, Arief yakin hal itu bukanlah ajaran Agama Islam. "Banyak pesan negatif terhadap Islam, seperti terorisme. Kami ingin mengangkat Islam, khususnya budaya Islam yang ada di Cirebon. Islam yang damai tanpa peperangan," kata Arief usai rapat koordinasi WICF bersama kepolisian dan pemerintah di Keraton Kasepuhan, Kota Cirebon, Jawa Barat, Selasa (10/10/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Produk ekonomi Islam juga akan dibahas, seperti halal food, ekonomi syariah, dan lainnya. Karena kita akan mengundang tokoh Islam dunia, pengusaha Islam, ulama, raja Islam, dan tokoh Nasional juga. Seperti Presiden Turki dan Raja Maroko, kemudian para syekh dari berbagai negara, ada dari Eropa, Amerika, dan Asia," tutur Arief.
Arief menjelaskan sudah berkoordinasi dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan MUI pusat terkait undangan kepada para tokoh dunia itu. Sejauh ini, sambung dia, pemerintah pusat merespons baik penyelenggaraan WICF di Cirebon.
Dia menyebut acara WICF ini berlangsung satu satu bulan setelah Pilkada 2018. "Jadi, setelah Pilkada kita bisa cooling down dulu dengan festival ini," kata Arief.
Wakapolda Jabar Brigjen Supratman mengatakan pihaknya siap mengamankan dan menyukseskan gelaran akbar tersebut. Ia meminta agar panitia gencar melakukan promosi, terutama tentang Cirebon, agar bisa menarik tamu yang hadir.
Selain itu, Supratman mengusulkan kepada panitia membuat website khusus tentang WICF. "Mudah-mudahan ada website khsusus tentang acara ini, tentunya agar sosialisasi lebih mudah. Sehingga negara yang akan kita undang sudah tahu, termasuk unggulan yang ada di Cirebon ini bisa masuk dalam promosinya," katanya.
Ia juga berharap Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati rampung pada 2018 mendatang. Hal itu akan memudahkan tamu untuk bisa hadir. Selain itu, keamanan akan lebih mudah dipantau.
"Saya berharap BIJB sudah jadi. Agar lebih gampang saat melaksanakan kegiatan keamanan. Karena dekat dengan Cirebon," ujar Supratman. (bbn/bbn)











































