Satpol PP Sidak Tempat Karaoke Mewah di Bandung

Tri Ispranoto - detikNews
Rabu, 04 Okt 2017 10:19 WIB
Foto: Tri Ispranoto
Bandung - Satpol PP Kota Bandung menyidak sebuah tempat karaoke Club De Vegas di Jalan Sukajadi. Tempat karaoke mewah yang memiliki 23 ruangan itu diduga menggelapkan pajak.

Petugas Satpol PP sidak Selasa malam (3/10) hingga Rabu dini hari (4/10). Dalam sidak tersebut sejumlah ruang karaoke diperiksa untuk mengantisipasi tindak prostitusi dengan modus kamar di dalam ruangan.

Selain itu petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pegawai dan Pemandu Lagu (PL) yang bekerja di tempat tersebut. Hasilnya para pegawai ternyata mendapat gaji jauh di bawah UMK dan belum mendapat BPJS.

"Saya sudah 4-5 tahun kerja di sini. Gaji Rp 1.050.000 dan libur satu hari. Untuk BPJS katanya masih proses," ujar seorang waitress wanita yang diinterogasi di sebuah ruang karaoke oleh petugas.

Sementara para PL yang juga diinterogasi mengaku hanya mendapat uang tetap Rp 1,3 juta perbulan. Selebihnya mereka mendapat uang lebih dari bookingan dan tip dari tamu.

Usai sidak, Kasatpol PP Kota Bandung Dadang Iriana mengaku pihaknya merasa dipersulit pihak manajemen saat akan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah izin.

"Tidak kooperatif, padahal kami sudah menyampaikan surat seminggu sebelumnya untuk melakukan cek data-data. Tapi sampai berjam-jam mereka tidak bisa menunjukan (izin) semua," sesal Dadang.

Satpol PP Sidak Tempat Karaoke Mewah di BandungFoto: Tri Ispranoto


Selain itu Dadang juga menemukan keganjilan dari laporan pajak bulanan tertanggal 13 Juni 2017 yang hanya sebesar Rp 51,3 juta. Padahal di lokasi terdapat 23 ruangan karaoke dengan rata-rata permalam menghasilkan Rp 10 juta/ruangan.

"Anggap saja sehari Rp 230 juta, kita anggap lagi 30 hari itu hanya terisi setengahnya sekitar Rp 3 miliar. Kita ambil lagi terendahnya perbulan Rp 1,5 miliar tinggal kalikan sama pajak 35 persen. Apa masuk akal hanya membayar pajak Rp 51,3 juta. Ini tidak lazim," ucapnya.

Dadang mengatakan akan memanggil pihak manajemen karaoke untuk melakukan klarifikasi terhadap hasil temuan tersebut termasuk melakukan pemeriksaan ulang terhadap seluruh izin. "Kalau ada pelanggaran, paling berat sanksinya bisa kita segel," tegas Dadang.

Sementara itu Manajer Operasional Club de Vegas Hadi mengelak disebut tidak kooperatif. "Bukan tidak kooperatif tapi ini ada tiga divisi. Jadi ada beberapa surat yang memang belum sampai ke saya. Nanti kita akan merapat (ke Kantor Satpol PP)," kilahnya.

Disinggung soal dugaan keganjilan pajak, Hadi memastikan tidak ada kendala dan membayar sesuai dengan anjuran pemerintah. Namun sejak dua tahun terakhir karaoke tempatnya bekerja sedang mengalami penurunan pendapatan.

"Kondisi sekarang memang sedang ada penurunan pengunjung. Tidak setiap hari room terisi oleh tamu. Karena kita sadari di Bandung ini banyak bermunculan kompetitor baru," pungkas Hadi.

Satpol PP Sidak Tempat Karaoke Mewah di BandungFoto: Tri Ispranoto


Club de Vegas selama ini dikenal sebagai salah satu tempat karaoke mewah di Kota Bandung. Hal itu terlihat dari sejumlah ornamen dan fasilitas yang terdapat di setiap sudut dan dalam ruangan.

Setiap satu ruangan karaoke tersedia kamar mandi yang dilapisi oleh marmer berwarna gelap. Bahkan salah satu ruangan bisa menampung hingga puluhan orang yang terbagi dalam dua lantai. Tidak hanya itu di ruangan super besar itu juga terdapat sebuah mini bar dan meja DJ di kanan kirinya.

(ern/ern)