"Ribut kalau malam. Sejak pertama buka sampai sekarang warga selalu mengeluh itu. Apalagi mulai ramainya jam 11 malam ke atas pas warga sudah mulai tidur," ujar Mamat Ahmadi Soediutama, ketua RW 3, Kelurahan Citarum, di Jalan Trunojoyo, Kota Bandung, Senin (2/10/2017).
Ahmadi mengatakan aktivitas bar yang buka sejak 27 Juli 2017 itu membuat resah warga yang bermukim di RW 2, RW 3 dan RW. Sebab suara dianggap bising itu berlangsung hingga larut malam. Awalnya, menurut dia, pemilik tempat itu pernah mengajukan izin pada warga akan membuka restoran. Namun ternyata, Ahmadi menjelaskan, tempat tersebut juga difungsikan sebagai bar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warga memperlihatkan surat keluhan yang ditujukan untuk Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. (Foto: Tri Ispranoto/detikcom). |
Dalam surat tersebut terdapat sejumlah tanda tangan warga yang kompak mengeluhkan lima hal. Keluhan itu terdiri suara bising musik, kegaduhan pengunjung, parkir kendaraan pengunjung ke bahu jalan, kekhawatiran terjadi gangguan keamanan dan terganggunya waktu istirahat.
"Kami sudah sampaikan surat itu ke Ridwan Kamil," ujar Ahmadi.
Warga setempat lainnya, Derry Yovianto, mengamini pernyataan Ahmadi. Derry menghuni rumah yang posisinya tepat di belakang bar tersebut. Kerasnya suara musik membuatnya menjadi tidak nyaman saat istirahat malam hari.
"Tiap hari berisik. Pasti saya terbangun kalau jam satu malam, biasanya bisa tidur tenang. Belum lagi parkir yang mengganggu dan kalau orang-orang pada pulang mabuk mengganggu lingkungan," kata Derry.
Lokasi bar itu berada di lantai dua tepat di atas sebuah restoran. Untuk menuju ke bar tersebut pengunjung harus naik melalui jalan yang berada di luar restoran.
Dikonfirmasi terpisah, Manajer Upstair, Apes, mengaku sudah menjawab keluhan warga dengan mengecilkan suara musik di bar. Operasional bar ini berlangsung mulai pukul 17.00 WIB hingga pukul 02.00 WIB.
"Kami akan mengevaluasi kembali apa yang dikeluhkan warga. Dan kami akan membuka diri untuk duduk bersama terkait hal ini," kata Apes via pesan singkat. (bbn/bbn)











































Warga memperlihatkan surat keluhan yang ditujukan untuk Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. (Foto: Tri Ispranoto/detikcom).