detikNews
Senin 02 Oktober 2017, 18:24 WIB

Selain Mega Mendung, Cirebon Punya Motif Batik Pecutan

Sudirman Wamad - detikNews
Selain Mega Mendung, Cirebon Punya Motif Batik Pecutan Motif batik Pecutan khas Ciwaringin Cirebon. (Foto: Sudirman Wamad/detikcom)
Kabupaten Cirebon - Selama ini Cirebon salah satu daerah yang memiliki ragam motif batik, paling tenar ialah Mega Mendung. Selain motif tersebut, Cirebon mempunyai motif lainnya yaitu Pecutan khas Ciwaringin.

Masyarakat tentu sudah mengenal pusat perbelanjaan batik yang berada di Desa Trusmi, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Rupanya Kabupaten Cirebon memiliki kampung batik tulis di Kampung Kebon Gedang, Desa Ciwaringin, Kecamatan Ciwaringin.

Memang tak setenar Kampung Batik Trusmi, namun perajin batik tulis di Cawiringin ini tetap konsisten menjaga warisan leluhurnya.

Perajin batik tulis di Ciwaringin memiliki keistimewaan tersendiri. Bahan dasar untuk membatiknya berasal dari kulit dan daun pohon.

"Paling sering digunakan itu mahoni. Kalau rambutan itu kan adanya musiman, ya kita juga buatnya musiman," kata Nur Alifah (43), salah satu perajin batik tulis Ciwatingin, saat ditemui detikcom di butiknya, Senin (2/10/2017).
Selain Mega Mendung, Cirebon Punya Motif Batik PecutanMotif batik Pecutan khas Ciwaringin Cirebon. (Foto: Sudirman Wamad/detikcom)
Nur generasi ke lima sebagai perajin batik tulis di keluarganya. Ia menjelaskan motif batik khas Ciwaringin bernama Pecutan. Menurut dia, penjualan batik tulis motif Pecutan ini memang belum melampaui sohornya motif Mega Mendung.

Bahkan, sambung Nur, tak sedikit masyarakat Cirebon mengetahui motif Pecutan dan Kampung Batik Tulis Ciwaringin. Sehingga, pamor Kampung Batik Tulis Ciwaringin belum setenar Kampung Batik Trusmi.

"Trusmi memang lebih ramai, karena kan di dekat kota. Kita mah di kampung, jauh dari pusat kota. Tapi, Alhamdulillah wisawatan sering datang, ada yang dari Bandung, Jakarta, dan Cirebon sendiri. Banyak kok orang Cirebon yang tidak tahu, saya sering nerima pesanan dari orang Cirebonnya juga," tuturnya.

Nur menjelaskan motif Pecutan menonjolkan bentuk bunga yang dihias dengan dedaunan kecil. Motifnya sangat berbeda dengan batik lain yang ada di Cirebon.

"Motif Pecutan ini bukan tiruan. Asli motif dari Ciwaringin. Ini sudah ada sejak zaman buyut saya," katanya.

Di Hari Batik Nasional ini, ia berharap batik tulis Ciwaringin mampu bersaing dengan batik lainnya. Hal tersebut demi menjaga warisan leluhurnya. Nur mengaku mampu memproduksi batik tulis sebanyak lima sampai sembilan kain per bulannya.

Sistem penjualannya kini masih bertumpu penjualan online. Harga batik tulisnya yang ia jual angkanya bervariasi, tergantung dari panjang kain dan kehalusan motif. Harganya mulai Rp 300 ribu hingga Rp 600 ribu yang tergantung ukurannya.

"Harga segitu itu untuk ukuran kain batik 2,5 meter," ujar Nur.
(bbn/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com