Sekretaris Kecamatan Cisompet Nurbani Tamim mengatakan pergerakan tanah terjadi di Kampung Batusari, Desa Sindangsari, Cikelet, Garut, Minggu (1/10) pagi.
"Pergerakan tanah terjadi sekitar pukul 4 dini hari tadi. Terjadi akibat guyuran hujan lebat sejak Sabtu (30/9) sore," ungkap Tamim kepada wartawan di lokasi pergerakan tanah, Minggu (1/10).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Hakim Ghani |
Tebing setinggi 120 meter yang terletak tak jauh dari pemukiman juga longsor.
Tamim menjelaskan tidak ada korban jiwa atas kejadian tersebut, namun sebanyak tiga unit rumah warga rusak terdampak pergerakan tanah.
"Sebanyak 107 rumah juga terancam jika ada longsor susulan, karena terletak di dekat tebing yang longsor," katanya.
Saat ini warga setempat dibantu petugas gabungan dari kecamatan, TNI dan Polisi sedang mengevakuasi warga yang rumahnya menjadi korban.
Sementara itu, longsoran tanah juga terjadi di wilayah Kecamatan Banjarwangi, Garut. Camat Banjarwangi Enyang Juanda mengatakan longsor tersebut terjadi Minggu (1/10) dini hari sekira pukul 03.00 WIB.
"Kejadiannya di Kampung Kubang, Desa Talagajaya, Banjarwangi. Longsor diakibatkan hujan deras yang terjadi sejak kemarin," ungkap Enyang.
Akibat kejadian tersebut sebuah bangunan Masjid di kampung tersebut tertimbun material longsor dari tebing setinggi 8 meter.
"Bangunan masjid jebol akibat tertimbun material longsor," katanya.
Foto: Hakim Ghani |












































Foto: Hakim Ghani
Foto: Hakim Ghani