DetikNews
Kamis 28 September 2017, 18:57 WIB

Sopir Angkot Pengedar 'Pil X' di Bandung Terancam 15 Tahun Bui

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Sopir Angkot Pengedar Pil X di Bandung Terancam 15 Tahun Bui Polrestabes Bandung mengungkap ribuan 'Pil X' siap edar milik sopir angkot. (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom)
Bandung - Polisi menggagalkan peredaran 6.000 butir 'Pil X' dari tangan NA (18) di Kota Bandung. Polisi menyebut pil bernama eximer tersebut bukan termasuk narkotik, tapi jenis obat keras.

"Jadi berbeda dengan narkotik, kalau ini termasuk obat-obatan keras golongan G," ucap Kasatnarkoba Polrestabes Bandung AKBP Haryo Tejo di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Kamis (28/9/2017).

Lantaran bukan termasuk jenis narkotik, polisi menjerat pengedar 'Pil X' dengan Undang-undang Kesehatan. NA disangkakan melanggar Undang-Undang Kesehatan Pasal 53 ayat 1 jo Pasal 196 jo Pasal 197 KUHPidana. I mengaku menjual pil eximer dengan harga Rp 10 ribu untuk empat butir.

"Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara," kata Haryo.

Baca juga: Sopir Angkot di Bandung Menyambi Pengedar 'Pil X'

Dia menjelaskan 'Pil X' dilarang beredar bebas. Bahkan izin edar dari pil tersebut sudah dicabut.

"Pil ini termasuk obat-obatan keras golongan G. Sesuai aturannya, obat-obatan ini memang dilarang beredar," ujarnya.

Menurut Haryo, 'Pil X' hampir serupa dengan pil PCC. Obat itu dapat menimbulkan efek serupa dengan efek yang ditimbulkan oleh obat PCC.

"Sebenarnya itu obat penenang, tapi kalau dosisnya berlebihan ya berbahaya. Efeknya kelemahan berfikir, kebodohan, kemalasan dan perilaku yang tidak wajar. Hampir mirip PCC," tutur Haryo.
(bbn/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed