detikNews
Kamis 28 September 2017, 17:05 WIB

TPI Mati Suri, Nelayan Selipkan Musik Reggae di Ritual Nadran

Luthfiana Awaluddin - detikNews
TPI Mati Suri, Nelayan Selipkan Musik Reggae di Ritual Nadran Nelayan saat menghanyutkan ancak ke tengah laut/Foto: Luthfiiana Awaluddin
Karawang - Sudah empat tahun, Tempat pelelangan ikan (TPI) Betok Mati di Desa Pusaka Jaya, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang mati suri. Padahal pada tahun 90-an, TPI Betok Mati sempat jadi salah satu pelelangan ikan paling ramai di Karawang.

Berbagai pihak berupaya menghidupkan kembali geliat ekonomi di pesisir utara Karawang itu. Salahsatunya adalah Sayegi Dewa, seorang pengusaha setempat.

Memberanikan diri maju menjadi manajer, pengusaha yang akrab disapa Dewa itu membuat sejumlah terobosan. Salahsatunya adalah menyelipkan konser musik reggae di pagelaran Nadran.

Menurut pengusaha berumur 40 tahun itu, konser musik Reggae tidak mengurangi hakikat Nadran, lantaran tak menghilangkan ritual menghanyutkan ancak atau replika perahu berisi sesajian kepala kerbau ke tengah laut.

"Kami tidak menghilangkan ritualnya, reggae disisipkan karena jenis musik itu sudah mulai digandrungi para nelayan. Mereka banyak yang suka. Apalagi reggae kan identik dengan laut atau pantai. Mudah - mudahan saja tempat ini jadi ramai," ujar Dewa saat ditemui detikcom di TPI Betok Mati, Kamis (28/9/2017).

Sayegi DewaSayegi Dewa Foto: Luthfiiana Awaluddin


Dewa berharap gelaran reggae dalam ritual Nadran bisa memancing animo nelayan untuk bertransaksi di pelelangan Betok Mati. Padahal perairan di pesisir Cilebar dikenal dengan rajungan yang melimpah.

"Betok Mati sepi lantaran modal dari pengurus yang terbatas. Jadi nelayan malas ke sini. Mudah - mudahan saja Nadran ini bisa memancing nelayan dari berbagai wilayah untuk menjual tangkapannya di sini," kata Dewa.

Terobosan lainnya, kata Dewa adalah pengelola bakal menggelar event musik setiap akhir pekan di Betok Mati. "Kalau ramai lagi kan bakal muncul geliat ekonomi. Banyak yang jualan apalagi selalu ada panggung hiburan di akhir pekan. Nelayan bisa sekalian hiburan di sini," kata Dewa.

Konsep ini, kata Dewa sekaligus untuk meningkatkan jumlah wisatawan ke pesisir Karawang. Apalagi, di Betok Mati terdapat Tambak Inti Rakyat. Pada era Orde Baru, tambak seluas ratusan hektare itu menjadi kawasan budidaya udang nasional.

"Kita berupaya menghidupkan lagi kehayaan perikanan di Betok Mati, Desa Pusaka Jaya. Mudah - mudahan setelah Nadran, tangkapan ikan melimpah. Mudah - mudahan saja, ini bisa membuat kehidupan nelayan di sini lebih baik," ujar dia.

Gelaran Nadran di Betok Mati rencananya berlangsung mulai hari ini selama empat hari. Selain konser musik reggae, sejumlah hiburan tradisional bakal digelar di antaranya adalah wayang kulit, tarling, organ dan jaipong. "Kami juga bakal menggelar parade 50 perahu dan 125 nelayan di sini," kata Dewa.


(ern/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com