Untuk bisa menananggulangi kemiskinan di Jawa Barat, menurut Deddy, Pemerintah Provinsi Jawa Barat harus memiliki data yang akurat. "Kita harus mendapatkan data yang valid. Dari data yang ada di BPS, tingkat kemiskinan Jawa Barat itu mencapai 8,77 persen pada tahun ini. Tahun sebelumnya mencapai 8,71 persen, memang ada penurunan hanya 0,06 persen," ucapnya usai membuka rapat koordinasi tim koordinasi penanggulangan kemiskinan di kantor BKPP Wilayah III Jawa Barat, Rabu (27/9/2017).
Penurunan tingkat kemiskinan yang dicapai Provinsi Jabar itu, menurut Deddy tak sesuai dengan apa yang ditargetkan pemerintah. Tahun ini pemerintah menargetkan satu persen penurunan tingkat kemiskinan. Capaian tak sesuai target, dikatakan Deddy terjadi arena tidak akuratnya data mengenai masyarakat miskin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Deddy juga tak menampik bantuan dari pemerintah masih banyak yang tumpang tindih. Semisal, ada masyarakat miskin yang tidak mendapatkan bantuan sama sekali. "Intinya kita harus memiliki data yang akurat terlebih dahulu. Sehingga, program kemiskinan bisa fokus disalurkan melalui data yang valid itu. Dengan adanya data ini, kita juga menutup adanya penyimpangan bantuan dari pemerintah," ucapnya.
Deddy juga berencana, dalam waktu dekat ini sembilan kota dan kabupaten di Jabar akan melaksanakan training untuk program penanggulangan kemiskinan. Sasaran program tersebut bakal mengacu pada data kemiskinan yang ada. (avi/avi)










































