Pemkot Bandung dan Unpad Jalin Kerja Sama Bidang Ekonomi

Pemkot Bandung dan Unpad Jalin Kerja Sama Bidang Ekonomi

Tri Ispranoto - detikNews
Selasa, 26 Sep 2017 15:52 WIB
Pemkot Bandung dan Unpad Jalin Kerja Sama Bidang Ekonomi
Foto: Istimewa
Bandung - Pemkot Bandung menjalin kerjasama dengan Universitas Padjadjaran (Unpad) dalam bidang pendampingan pembangunan ekonomi dan bisnis di Kota Bandung.

Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan antara Sekda Kota Bandung Yossi Irianto dan Dekan Fakultas Ekonomi Unpad Nury Effendi yang digelar di Ballroom Savoy Homan Bidakara Hotel, Selasa (26/9/2017).

"Kita perlu mempersiapkan generasi agar lebih kompetitif, agar bonus demografi itu bisa menjadi kekuatan. Juga melakukan serangkaian program pemantapan ekonomi agar pertumbuhan ekonomi Kota Bandung yang tinggi ini bisa terus memberi kesejahteraan kepada masyarakat," ujar Yossi dalam rilis yang diterima detikcom.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil yang juga turut hadir dalam acara tersebut berharap kerja sama yang sudah terjalin sebelumnya seperti peluncuran Kartu Bandung Juara untuk siswa kurang mampu bisa bermanfaat bagi masyarakat.

Pria yang akrab disapa Emil itu juga berharap Unpad bisa memberikan masukan dan kajian terhadap ekonomi di Kota Bandung untuk mendorong kebijakan yang berpihak pada keseimbangan baik usaha mikro kecil menengah atau investasi skala besar.

Saat ini Pemkot Bandung sedang membuat kebijakan yang memudahkan bagi pengusaha kecil. Seperti dihilangkannya izin usaha, bantuan modal dan sejumlah promosi di dalam atau luar negeri.

"Tapi tidak mungkin pertumbuhan ekonomi hadir tanpa investasi. Makanya investasi triliunan juga kita kejar," katanya.

Tidak hanya soal kebijakan ekonomi, Emil juga berharap Unpad bisa mengkaji kebijakan pemerintah dalam penggunaan anggaran yang kini telah menggunakan sistem e-budgeting. Kajian dianggap penting agar dana tidak salah sasaran dan berdampak pada pembangunan.

"Diharapkan Unpad memberi masukan agar semua uang anggaran yang kita belanjakan ke publik mempunyai output dan outcome yang bermanfaat. Karena dulu diduga uang habis, tapi tidak ada manfaatnya," ujar Emil. (ern/ern)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini