DetikNews
Selasa 26 September 2017, 14:09 WIB

Keren Nih! Ada Kampung di Bandung yang Larang Warganya Merokok

Tri Ispranoto - detikNews
Keren Nih! Ada Kampung di Bandung yang Larang Warganya Merokok Salah satu sudut Kampung di Cijawura Bandung/Foto: Tri Ispranoto
Bandung - Bagi sebagian orang merokok di sembarang tempat sudah menjadi hal lumrah. Tapi jangan coba-coba merokok di Komplek Pandanwangi RW 9, Kelurahan Cijawura, Kecamatan Buahbatu, Kota Bandung.

Kawasan perumahan tersebut melarang warganya untuk merokok sembarangan. Bahkan kesepakatan warga telah dituangkan dalam sebuah deklarasi yang disepakati sejak 8 Mei 2014 silam.
Spanduk deklarasiSpanduk deklarasi Foto: Tri Ispranoto

Ide tersebut pertama kali digulirkan oleh Ketua RW 9 Agus Supendi (63). Pada awal ide tersebut tercetus hingga akhirnya dideklarasikan banyak pro dan kontra bahkan cibiran yang dilontarkan warga kepadanya.

"Bukan berarti melarang rokok, kalau melarang itu mungkin saya minta pabriknya ditutup. Tapi ini meminimalisir orang yang merokok," ujar Agus saat berbincang dengan detikcom di wilayah RW 9 Cijawura, Selasa (26/9/2017).
penandatanganan deklarasi penandatanganan deklarasi Foto: Tri Ispranoto

Setelah disepakati akhirnya deklarasi itu dilaksanakan dengan dihadiri oleh Wali Kota Bandung Ridwan Kamil beserta aparat kewilayahan lainnya. Saat itu pejabat dan warga bersama-sama menandatangani sebuah spanduk kesepakatan kawasan bebas rokok.

Dalam kesepakatan itu warga masih diperbolehkan merokok asalkan tidak di dalam rumah, di perkumpulan warga, di lingkungan bermain anak dan tempat ibadah. Tidak hanya itu setiap rumah juga dilarang menyediakan asbak.

"Tidak boleh ada asbak di dalam rumah. Saat perkumpulan seperti selamatan atau syukuran juga tidak boleh merokok. Boleh merokok kalau di luar pagar rumah dan di tempat-tempat terbuka yang ada di setiap RT," beber pensiunan BUMN itu.
 di beberapa titik terdapat sebuah tempat berkumpul warga seperti yang difungsikan sebagai area merokok. di beberapa titik terdapat sebuah tempat berkumpul warga seperti yang difungsikan sebagai area merokok. Foto: Tri Ispranoto


Tak mudah bagi Agus mengajak para perokok di wilayahnya untuk mematuhi deklarasi yang disepakati. Namun dengan kegigihan dan ketegasan yang Agus lakukan sedikit demi sedikit warga mulai sadar.

"Saya tidak munafik sampai sekarang masih merokok. Tapi merokok di luar, di tempat-tempat seperti pos ronda atau tempat berkumpul warga. Dan sekarang saya dulu sehari satu bungkus, sekarang paling hanya tiga batang," katanya.

Kegigihan Agus akhirnya menular pada warga lain. Banyak dari warga yang kecanduan mulai mengurangi rokok bahkan beberapa di antaranya sudah berhenti total. Kebanyakan dari mereka berhenti karena sadar akan lingkungan dan sadar akan kesehatan.

"Sekarang bisa dilihat tidak ada lagi yang berani merokok sembarangan. Apalagi kalau lihat saya, orang yang merokok sembarangan pasti akan takut dan mematikannya (rokok)," ucapnya.

Agus berharap komitmen dirinya dan warga lain bisa terus konsisten. "Harapan saya kawasan RW 9 benar-benar zero perokok. Bukan hanya mengurangi atau mendisiplinkan warga, tapi semua termasuk saya total berhenti merokok," ujar Agus.

Dari pantauan detikcom di RW 9 pada Selasa siang, warga, pekerja, tukang becak, hingga pedagang asongan terlihat tidak ada merokok. Sementara di beberapa titik terdapat sebuah tempat berkumpul warga seperti yang difungsikan sebagai area merokok.


(avi/avi)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed