ADVERTISEMENT

RSHS Siapkan Kursi Khusus Balita Kembar Siam Asal Garut

Mochamad Solehudin - detikNews
Senin, 25 Sep 2017 14:18 WIB
Kursi untuk kembar siam/Foto: istimewa
Bandung - Tim dokter Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung merancang kursi khusus untuk membantu aktivitas balita kembar siam dempet perut asal Kabupaten Garut Al Putri Anugrah dan Al Putri Ningsih.

Balita kembar siam tersebut merupakan anak kedua dan ketiga dari pasangan Iwan Kurniawan (39) dan Yuningsih (30) warga Kampung Padasari, Desa Cinunuk, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut. Mereka lahir di Riau, 29 Oktober 2013 dengan kondisi dempet perut dan divonis tidak bisa dipisahkan.

Baca Juga: RSHS Segera Operasi Kaki Tambahan Balita Kembar Siam Asal Garut

Ketua Tim Kembar Siam RSHS Bandung Sjarif Hidajat Effendi menyatakan pihaknya sudah menyiapkan alat bantu khusus untuk membantu aktivitas kedua balita malang tersebut. Alat itu berupa kursi yang dirancang oleh tim dokter RSHS.

"Sekarang sedang membuat kursi (untuk alat bantu). Sehingga mereka bisa berjalan dengan kursi untuk berdua," kata Sjarif, saat dihubungi, Senin (25/9/2017).
bayi kembar siam sedang bermainbayi kembar siam sedang bermain Foto: istimewa

Pembuatan kursi ini menurut Sjarif salah satu hal penting untuk membantu aktivitas kedua balita itu. Pasalnya selama ini Al Putri Anugra dan Al Putri Ningsih kesulitan dalam beraktivitas khususnya dalam berjalan.

"Hal kurang penting (seperti operasi kaki tambahan) kita tunda dulu. Karena kakit tambahan itu tidak membahayakan.Ada yang lebih penting yaitu bikin kursi ini. Supaya mereka bisa berjalan berdua," ujarnya.

Lebih jauh dia mengungkapkan, kursi ini dibuat di Bandung. Fungsinya untuk menopang badan dari kedua balita malang itu. "Dengan kursi ini mereka nanti bisa berjalan dengan dua kaki tentu dengan koordinasi antar mereka sendiri," ucap Sjarif.
kursi untuk bayi kembar siamkursi untuk bayi kembar siam Foto: istimewa


Sjarif juga mengatakan, saat ini pihaknya terus memantau kondisi kesehatan kedua balita tersebut. Rencananya dalam waktu dekat proses operasi akan dilakukan operasi kaki tambahan.

"Sedang dipersiapkan. Dalam waktu dekat ini. Kita sedang menstabilkan dulu (kondisi kesehatan kedua balita tersebut)," kata dia.

Menurutnya proses operasi tidak akan terlalu sulit. Karena hanya mengambil atau menghilangkan kaki tambahan yang menempel di antara kedua balita tersebut.

"Sebetulnya tinggal mengambil kaki tambahan dan ini tidak membahayakan. Tidak terlalu urgent," ucap Sjarif.

Untuk diketahui, Al Putri Anugrah dan Al Putri Ningsih merupakan anak kedua dan ketiga dari pasangan Iwan Kurniawan (39) dan Yani (30) warga kampung Padasari, Desa Cinunuk, Kecamatan Wanaraja, kabupaten Garut. Mereka lahir di Riau, 29 Oktober 2013 lalu dengan kondisi dempet.

Tim dokter RSHS memvonis kedua balita malang itu tidak bisa dipisahkan. Pasalnya, terdapat organ-organ vital menyatu seperti ginjal, saluran kencing, pembuluh darah dan lainnya sehingga sulit dilakukan pemisahan.

(avi/avi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT