DetikNews
Minggu 24 September 2017, 20:48 WIB

5 Warga Ditangkap Polisi, Warga Patengan Geruduk Mapolsek Ciwidey

Wisma Putra - detikNews
5 Warga Ditangkap Polisi, Warga Patengan Geruduk Mapolsek Ciwidey Foto: Wisma Putra
Kabupaten Bandung - Seratusan warga Desa Patengan Kecamatan Rancabali Kabupaten Bandung menggeruduk Mapolsek Ciwidey. Kedatangan warga itu mempertanyakan lima warganya yang ditangkap oleh anggota Polsek Ciwidey, Sabtu (23/9) malam kemarin.

Warga mulai berdatangan sejak siang tadi, pukul 14.00 WIB. Makin malam, jumlahnya bertambah. Hingga berita ini diturunkan, sekitar seratus warga berkumpul di Mapolsek. Mereka duduk-duduk di pinggir Mapolsek. Sejumlah anggota polsek dan dengan senjata lengkap dan TNI berjaga di halaman Mapolsek.

Dari informasi yang dihimpun detikcom, kelima warga itu bernama Hendra Sugara, Oban Taryono, Dadan Taryana, Cepi Hidayat dan Hendra Gunawan. Mereka ditangkap karena telah menahan uang tiket dari gerbang masuk ke Situ Patengan.

Tokoh warga setempat Wahyu Irawan (47) mengatakan sejak beberapa bulan terakhir Situ Patengan yang lebih dikenal Situ Patenggang di kelola oleh PT Prakarsa, yang juga mengelola Glamping Lakeside.

"Beberapa bulan ke belakang (Situ Patengan) dikelola oleh PT. Prakarsa yang juga mengelola Glamping Lakeside. Padahal sebelumnya dikelola Agrowisata (PTPN VIII), BKSDA dan warga sekitar," katanya di Mapolsek Ciwidey, Minggu (24/9/2017).

Wahyu mengungkapkan kelima warga itu yang telah bekerja puluhan di sana dilaporkan kepada polisi oleh pihak pengelola karena menahan uang setoran sebesar Rp 32 juta.

Penahanan uang tersebut merupakan bentuk protes warga kepada pengelola. Selain itu warga juga warga merasa dianaktirikan dan tak pernah ada komunikasi sedikit pun antara pengelola dan warga.

"Selama ini kami juga memegang Izin Usaha Pengadaan Jasa Wisata (IUPJWA) yang diterbitkan BKSDA. Kami juga memiliki legalitas dan lebih dulu berusaha di tempat ini, jadi wajar bila kami meminta kejelasan. Selama ini kami meminta (dipertemukan dengan pengelola) tapi tak pernah dikabulkan," ungkap Wahyu.

Beberapa warga mengeluarkan nota yang isinya tak akan menyerahkan uang hingga mendapatkan kejelasan dari PT Prakarsa. Namun perwakilan dari pengelola enggan menandatangani nota tersebut. "Uang itu akan langsung kami berikan kepada pengambil kebijakan. Nah, malamnya kelima orang ini ditangkap polisi," katanya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan dari pihak kepolisian.
(ern/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed