DetikNews
Minggu 24 September 2017, 13:16 WIB

Polisi Masih Buru Preman Kampung yang Hamili Anak Kandung

Syahdan Alamsyah - detikNews
Polisi Masih Buru Preman Kampung yang Hamili Anak Kandung Foto: Luthfy Syahban
Kabupaten Sukabumi - Aparat kepolisian dari Polsek Gegerbitung, Resor Sukabumi, Jawa Barat masih mengejar RO (50), preman kampung yang tega memperkosa anak kandungnya sendiri hingga berbadan dua. Remaja putri yang baru berumur 16 tahun itu pun dikeluarkan dari sekolahnya.

Sejumlah tempat telah didatangi polisi, mulai dari kerabat hingga lokasi tempat RO biasa berkumpul bersama teman-temannya.

"Kemarin ada kerabatnya yang menikah, anggota telah kita siagakan di lokasi namun dia tidak muncul. Mungkin sudah mengetahui dia lagi dicari polisi," kata Kapolsek Gegerbitung Iptu Rafik Rahadian Syah kepada detikcom di ruang kerjanya, Minggu (24/9/2017).

Baca juga: Preman Kampung di Sukabumi Hamili Anak Kandung

Rafik menyesalkan tindakan pihak sekolah yang tidak segera membuat laporan ke polisi ketika menemukan siswinya dalam keadaan mengandung. Menurutnya pihak sekolah terkesan cari aman dengan buru-buru membuat surat pengunduran diri korban dari sekolah.

"Korban ini berstatus pelajar di salah satu sekolah menengah di Gegerbitung. Terungkapnya peristiwa ini juga bermula dari temuan pihak pendidik yang mendapati korban dalam keadaan hamil, pihak sekolah langsung membuat surat pengunduran diri korban alias korban ini langsung dikeluarkan dari sekolah. Harusnya mereka (sekolah) langsung berkoordinasi dengan kepolisian sebelum kasusnya tiba-tiba jadi pergunjingan di masyarakat dan pelakunya melarikan diri," beber Rafik kesal.

Meski begitu Rafik tetap akan memburu pelaku yang dikenal sebagai preman kampung tersebut. "Intinya ini sudah kewajiban kita, mudah-mudahan pelaku menyerahkan diri sebelum kami mengambil tindakan tegas," tutupnya.

Seperti diberitakan, RO lelaki yang dikenal warga setempat sebagai preman kampung di Kabupaten Sukabumi itu mencabuli anak kandungnya hingga hamil enam bulan. Pelaku selalu mengancam membunuh anak gadisnya itu saat melakoni aksi durjananya tersebut.

Kekerasan seksual yang menimpa perempuan belia itu terbongkar setelah pihak sekolah mencurigai perubahan fisik korban.
(err/ern)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed