DetikNews
Sabtu 23 September 2017, 22:04 WIB

Merajut Nusantara untuk Perdamaian Dunia di Gedung Merdeka

Gabriella Putri - detikNews
Merajut Nusantara untuk Perdamaian Dunia di Gedung Merdeka Gedung Merdeka (Foto: Gabriella Putri)
Bandung - MPR RI bersama Persaudaraan Cinta Tanah Air (PCTA) Indonesia bakal menggelar seminar Internasional di Kota Bandung. Sejumlah narasumber akan berbagi pandangannya dalam kegiatan tersebut.

Seminar bertajuk 'Kembali ke Jati Diri Bangsa, Merajut Nusantara, untuk Perdamaian Dunia' ini akan berlangsung pada Minggu (24/9/2017) di Ruang Utama Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Jawa Barat.

"Tema ini diusung karena negara butuh perhatian khusus. Kita mengajak untuk kembali ke jati diri bangsa," ucap Humas PCTA Indonesia Sahuri saat konferensi pers di Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Sabtu (23/9/2017).

Seruan menciptakan perdamaian dunia serta memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia menjadi poin dalam seminar tersebut. "Ini jadi perhatian khusus agar Pancasila tetap dilandaskan sebagai fondasi dasar bagi negara. Bineka Tunggal Ika juga agar tidak ada permusuhan. UUD 45 agar tidak disepelekan. NKRI harga mati, tidak boleh dilepaskan begitu saja," ujar Sahuri menambahkan.

Pengisi seminar Internasional tersebut antara lain Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Cirebon PRA Arief Natadiningrat, PCTA Indonesia Edi Setyawan, Ahmad Mansur Suryanegara (penulis buku 'Api Sejarah'), Young Ambassador (Uganda-Afrika) dan Isman Pasha (Ketua Museum KAA periode 2009-2012). Rencananya kegiatan ini dihadiri tokoh agama, raja serta sultan Nusantara, akademisi, komunitas budaya dan Perkumpulan Pelajar Asia-Afrika.

"Salah satu narasumber ini kan ada penulis buku 'Api Sejarah', beliau akan meluruskan pemahaman mengenai sejarah Indonesia yang selama ini banyak yang keliru," ucap Bidang Hukum PCTA Mulyono.

Dia menjelaskan seminar bermaksud mengingatkan bangsa Indonesia jangan terbawa arus organisasi yang bertentangan dengan dasar negara. Alasan seminar ini digelar di Gedung Merdeka, sambung Muyono, lantaran tempat tersebut sebagai cikal bakal persatuan bangsa dari sejumlah negara.

"Bandung ialah sejarah perjuangan bangsa. Kenapa kita menggunakan Gedung Merdeka, karena gedung ini merupakan cikal bakal bahwa Indonesia berhasil menyatukan berbagai negara yang pada saat itu belum merdeka. Tepatnya pada momentum Konferensi Asia Afrika," tutur Mulyono.
(bbn/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed