DetikNews
Sabtu 23 September 2017, 17:11 WIB

Gubuk Reyot Nenek Asiah di Bekasi Rampung 'Dibedah'

Luthfiana Awaluddin - detikNews
Gubuk Reyot Nenek Asiah di Bekasi Rampung Dibedah Asiah bersama Kapolres Metro Bekasi Kombes Asep Adi Saputra. (Foto: Luthfiana Awaluddin/detik.com)
Bekasi - Raut muka Asiah terlihat bahagia saat melihat rumahnya rampung 'dibedah'. Kini, rumah nenek berumur 84 tahun itu nampak tegak. Tak lagi hampir roboh seperti dulu.

Ia tidak perlu khawatir saat hujan tiba, lantaran saat ini rumahnya beratap asbes. Sekarang, Asiah juga tak waswas saat melangkah, lantai rumah semula tanah sudah berubah mulus beralas keramik.

"Ibu saya sekarang jadi mudah berjalan, kalau dulu khawatir terantuk gundukan tanah," ujar Maih (50), anak sulung Asiah, saat ditemui detikcom di sela acara bedah rumah itu, Sabtu (23/9/2017).

Asiah jompo asal Kampung Kandang Sapi, Desa Jayalaksana, Kecamatan Cabang Bungin, Kabupaten Bekasi. Beberapa bulan lalu, ia menghuni tempat tidak layak. Nasibnya berubah ketika Kapolres Metro Bekasi Kombes Asep Adi Saputra memutuskan merehab gubuk reyot nenek lima cucu itu.

"Rumahnya dulu gubuk reyot berlantai tanah. Ukurannya hanya empat kali empat meter dan terletak di samping makam ayahnya. Dulu makamnya juga tidak layak hanya ditandai seonggok batu," ujar Asep saat peresmian renovasi rumah tersebut.

Baca juga: Tangis Bahagia Nenek Asiah Melihat Rumahnya 'Dibedah'

Makam di sebelah rumah Asiah telah dibenahi. Di sana tempat dikuburnya ayah Asiah yang bernama Siri. Makam Siri, dulu tak memiliki nisan dan berbentuk tak beraturan.

"Sekarang sudah diberi nisan dengan layak," ucapnya.

Ia mengatakan renovasi rumah tersebut berkaitan memperingati HUT Bhayangkara, HUT Polwan dan, Kemerdekaan RI. "Supaya hubungan masyarakat dan aparat semakin baik," kata Asep.

Rumah Asiah dipilih setelah memenuhi tiga syarat. Salah satunya syarat soal legalitas tanah rumah tersebut.

"Kami juga mendapat legitimasi dari warga sekitar," ucapnya.

Selain itu, Asiah hidup sendiri dan tak punya penghasilan. Kebutuhannya hanya dipenuhi bantuan dari anaknya yang sudah tinggal terpisah. Asiah juga dianggap bernasib malang lantaran tidak bisa berjalan dengan baik.

Setiap hari dua tongkat membantu dia saat bepergian. Polisi sekalian memberi bantuan dua tongkat baru kepada Asiah.

"Bu Asiah juga dikenal sangat rajin beribadah," ujar Asep.
(bbn/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed