Musim Kemarau, Warga Kondang Garut Minum Air Sungai Cimanuk

Hakim Ghani - detikNews
Sabtu, 23 Sep 2017 16:23 WIB
Warga mandi di Sungai Cimanuk. Bahkan warga membawa air di sungai itu untuk minum lantaran sudah tiga bulan krisis air bersih akibat dampak kemarau. (Foto: Hakim Ghani/detik.com)
Garut - Krisis air bersih akibat musim kemarau terus terasa dampaknya oleh warga Garut, Jawa Barat. Di Kecamatan Cibatu, warga harus berjalan jauh untuk mendapatkan air. Bahkan warga terpaksa minum dari air yang mengalir di sungai tersebut.

Seperti dirasakan sejumlah warga Kampung Kondang, Desa Kertajaya, Kecamatan Cibatu. Salah seorang warga, Sumirah (45) mengatakan, mencari air ke Cimanuk berlangsung tiap hari sejak tiga bulan terakhir.

"Kalau enggak ke Cimanuk, mau kemana lagi, kan air susah sekarang," kata perempuan tersebut di Sungai Cimanuk, Sabtu (23/9/2017).

Warga Kampung Kondang rela menyusuri jalan sejauh dua kilometer untuk mendapatkan air di Cimanuk. Sumirah menjelaskan hal tersebut terpaksa dilakukan lantaran sumber air di kampungnya kering.

"Sumur sekarang sudah enggak ada airnya. Kalau mau mandi sama nyuci harus ke Cimanuk," ucapnya.

Bukan hanya kebutuhan mandi dan mencuci, air bersumber dari Sungai Cimanuk kerap kali dibawa warga ke rumah untuk dikonsumsi.

"Kalau buat minum, airnya didiamkan dulu semalam. Supaya jernih. Terus dimasak," ujar Sumirah.

Selain orang dewasa, tak jarang sejumlah anak-anak turut mandi di Cimanuk. Sumirah dan warga Kampung Kondang yang lain kini berharap agar segera turun hujan dan mendapat bantuan air bersih dari pemerintah. (bbn/bbn)