DetikNews
Jumat 22 September 2017, 15:32 WIB

Pilgub Jabar 2018

Golkar Jabar Klaim Masih Solid Dukung Dedi Mulyadi

Sudirman Wamad - detikNews
Golkar Jabar Klaim Masih Solid Dukung Dedi Mulyadi Dedi Mulyadi/Foto: Istimewa
Cirebon - DPD Partai Golkar Jawa Barat menunjukkan sikap kontranya terkait beredarnya Surat rekomendasi pengesahan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat yang diterbitkan DPP Partai Golkar.

Dalam surat yang ditandatangani Setya Novanto dan Idrus Marham itu, DPP Partai Golkar menetepkan Ridwan Kamil yang saat ini berstatus sebagai Wali Kota Bandung sebagai calon Gubernur Jawa Barat. Ridwan Kamil yang dipasangkan dengan Daniel Mutaqien Syafiuddin. Namun surat tersebut tak memiliki tanggal surat, nomor surat dan stempel.

Baca juga: Bikin Kaget! Novanto Tetapkan Ridwan Kamil Jadi Cagub Jabar

Wakil Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat MQ Iswara mengatakan keputusan DPD Partai Golkar Jawa Barat terkait rekomendasi calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat masih mengacu pada hasil rapat tim pemenangan pilkada pusat yang digelar pada 1 Agustus lalu.

"Kita masih berpatokan kepada rapat tim pemenangan pilkada pusat pada 1 Agustus lalu yang dipimpin langsung oleh pimpinan DPP, ada Nurdin Halid, Idrus Marham, dan Nusron wahid. Di dalam rapat itu bahwa Dedi Mulyadi direkomendasi sebagai calon gubernur dari partai Golkar," katanya kepada awak media di Grage Hotel Cirebon, Jumat (22/9/2017).

Wakil Ketua DPD Golkar Jabar MQ IswaraWakil Ketua DPD Golkar Jabar MQ Iswara Foto: Sudirman Wamad

Pasca rapat tim pemenangan pilkada pusat itu, dikatakan Iswara partainya belum membahas kembali. Namun pada 24 Agustus lalu, sambungnya, muncul usulan untuk mempercepat keputusan rekomendasi dari Ketua Pemenangan Pemilu Jawa 1 Partai Golkar Agun Gunanjar. Saat ini, dikatakan Iswaranya pihaknya masih menunggu surat resmi dari DPP Partai Golkar.

Melihat kondisi Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto saat ini yang masih sakit, Iswara menilai Setya Novanto kesulitan mengurus dan membubuhi stempel surat rekomendasi dalam kondisi sakit. Sehingga pihaknya tetap berpatokan pada hasil rapat tim pemenangan pilkada pusat 1 Agustus lalu.

"Alhamdulillah kita tetap solid dan konsisten dengan keputusan rapat tanggal 1 Agustus. Dan, kita doakan ketua Umum Novanto segera sehat. Melihat sakitnya yang tidak ringan itu, tentunya sulit bagi beliau (Setya Novanto) menandatangi surat dalam kondisi seperti itu (sakit)," tandasnya.

Baca juga: Novanto Tetapkan Emil Jadi Cagub Jabar, Ini Respons Dedi Mulyadi

Sementara itu melalui sambungan telepon, Ketua DPD Golkar Jabar Dedi Mulyadi mengaku merasa heran ketua umum bisa mengeluarkan surat rekomendasi itu. "Kalau saya sih belum menerima, kalau dasarnya kan tidak ada dasar rapat penetapan. Kan saya ikutin rapat-rapat nya juga, sekarang muncul tiba-tiba surat, kan Novanto sakit jantung dirawat di RS, kok, masa sih masih bahas rapat Pilgub Jabar?" ujar Dedi saat dihubungi, Jumat (22/9/2017).

Penunjukan itu tertuang dalam surat DPP Golkar yang dikirim ke Ketua DPD Golkar Jabar. Surat itu memang belum ada nomornya, juga tanggalnya, namun sudah ada tanda tangan Ketum Golkar Setya Novanto dan Sekjen Golkar Idrus Marham di bagian bawah surat.
(ern/ern)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed