DetikNews
Jumat 22 September 2017, 15:12 WIB

Setnov Usung Ridwan Kamil, DPD Golkar Jabar Tunggu Surat Resmi

Sudirman Wamad - detikNews
Setnov Usung Ridwan Kamil, DPD Golkar Jabar Tunggu Surat Resmi Wakil Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat MQ Iswara/Foto: Sudirman Wamad
Cirebon - Surat rekomendasi pengesahan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat yang diterbitkan DPP Partai Golkar beredar di media sosial.

Dalam surat yang sifatnya rahasia itu, DPP Partai Golkar menetapkan Ridwan Kamil sebagai calon Gubernur Jawa Barat. Ridwan Kamil diusung dengan anak dari Bupati Indramayu Anna Sophana, yakni Daniel Mutaqien yang saat ini menjabat sebagai Anggota DPR RI. Surat itu ditandatangan Setya Novanto dan Idrus Marham. Namun tidak tertera tanggal surat.

Menanggapi beredarnya surat rekomendasi penetapan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur itu, Wakil Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat MQ Iswara menegaskan bahwa hingga saat ini belum menerima surat resmi terkai rekomendasi calon gubernur dan wakil gubernur itu.

"Kami belum menerima surat resmi terkait penetapan calon gubernur dan wakil gubernur dari Partai Golkar. Dan selama ini semua tahapan yang berkaitan dengan pemilihan kepala daerah sudah kami ikuti sesuai dengan juklak Nomor 6/2016 tentang pilkada," kata Iswara saat ditemui di Grage Hotel Cirebon, Jumat (22/9/2017).

Keputusan resmi terkait rekomendasi penetapan calon gubernur dan wakil gubernur belum ia dengar secara langsung dari rapat resmi Partai Golkar. "Kami ini menunggu surat resminya, bentuk fisiknya. Karena ini keputusan yang sangat penting. Jawa Barat adalah provinsi terbesar yang memiliki penduduk hingga 40 juta jiwa, pemilihnya 38 jiwa. Artinya hampir 5 persen dari pemilihan nasional," katanya.

Sehingga ia yakin, DPP Partai Golkar akan bijak memutuskan calon gubernur dan wakil gubernur yang bakal diusung pada Pilgub Jawa Barat mendatang. Pasalnya Jawa Barat menjadi barometer dalam setiap pemilu. "Barometernya itu Jawa Barat, menang di Jawa Barat maka menang secara nasional. Begitu strategisnya posisi Jawa Barat, maka kami yakin DPP akan mengkalkulasi secara matang," tegasnya.

Saat disinggung mengenai tak adanya stempel dan tanggal pada surat rekomendasi yang beradar, Iswara enggan mengomentarinya lebih jauh. "Saya tidak berani mengomentari surat ini palsu atau bukan. Kami tidak tahu soal itu. Ini kan hanya beredar di medsos. Awas hati hati jangan sampai kita ikut-ikutan nyebar hoax," katanya.

Ditegaskannya, dirinya lebih memilih untuk menunggu surat resmi terkait rekomendasi penetapan dengan bentuk fisik surat yang jelas, dalam artian memiliki stempel dan tanda tangan. "Kami tidak ingin berandai-andai. Lebih baik kita tunggu bukti fisiknya, yaitu surat resmi yang disampaikan dalam forum resmi," ungkapnya.


(ern/ern)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed