DetikNews
Senin 18 September 2017, 13:37 WIB

Selundupkan Ganja Rp 2 Miliar, Pelaku Modifikasi Pikap

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Selundupkan Ganja Rp 2 Miliar, Pelaku Modifikasi Pikap Bagian lantai mobil bak terbuka ini dimodifikasi pelaku untuk menyembunyikan ganja seberat 220 kilogram. (Foto: Dony Indra Ramadhan/detik.com)
Bandung - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Barat membongkar kasus penyelundupan narkoba jenis ganja berbobot 220 kilogram. Ganja nominalnya setara Rp 2 miliar itu disembunyikan pelaku melalui mobil bak terbuka yang sudah modifikasi.

Pikap Mitsubishi L300 warna hitam bernopol B 9512 PAB tersebut dimodifikasi pada bagian lantainya. Sindikat pengedar ganja ini membuat tempat khusus berbentuk kotak dengan cara membongkar lantai mobil bagian belakang.

"Ini modus mereka. Barang bukti 220 bungkus ganja seberat 220 kilogram disembunyikan di lantai kendaraan yang sudah dimodifikasi itu," ucap Kepala BNN Jabar Brigjen Rusnadi di Kantor BNN Jabar, Jalan Terusan Jakarta, Kota Bandung, Jabar, Senin (18/9/2017).

Baca juga: BNN Jabar Gagalkan Penyelundupan Ganja Senilai Rp 2 Miliar

Modus dilakoni para pelaku ini berhasil mengangkut ganja asal Aceh menyeberang ke Jawa. Melalui pelabuhan Bakauhuni, mobil yang ditumpangi Junaedi dan Rojani itu menyeberang hingga ke pelabuhan merak.

"Inilah pandainya para pelaku mengelabui petugas. Pengungkapan kemarin itu pelaku melalui Tanjung Priok, nah yang sekarang dia sepertinya sudah tahu pengungkapan, sehingga lewatnya ke Merak," kata Rusnadi didampingi Kabid Brantas BNN Jabar AKBP Daniel.
Selundupkan Ganja Rp 2 Miliar, Pelaku Modifikasi Mobil PikapPelaku membuat lubang berbentuk kotak dengan membongkar lantai mobil bagian belakang. (Foto: Dony Indra Ramadhan/detik.com)
Meski akal-akalan pelaku sukses mengelabui petugas pelabuhan, aksi komplotan ini tetap terlacak personel BNN. Petugas yang telah memantau pergerakan pelaku ini langsung menyergapnya di kawasan Gunung Sindur, Bogor.

"Kita menggunakan anjing pelacak sehingga barang yang disembunyikan bisa kita ketahui," ujar Rusnadi.

BNN menyita barang bukti kendaraan tersebut. Lima tersangka yaitu Junaedi, Rojani, Buchori M, Iman I dan Suparman telah diciduk guna proses penyelidikan lebih lanjut.
(bbn/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed