DetikNews
Kamis 14 September 2017, 14:36 WIB

Peserta Hapus Tato Gratis Wajib Hafal Surat Ar Rahman

Tri Ispranoto - detikNews
Peserta Hapus Tato Gratis Wajib Hafal Surat Ar Rahman Penghapusan Tato Gratis (Foto: Tri Ispranoto)
Bandung - Sejumlah komunitas hijrah di Bandung menggratiskan penghapusan tato bagi para jemaah secara cuma-cuma. Tapi sebelum menjalani proses tersebut jemaah harus mengikuti persyaratan dan ketentuan yang ada.

Ketua Komunitas Dakwah dan Sosial (Kodas) Riyo Helmi mengatakan ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi oleh seorang jemaah untuk bisa mengikuti program penghapusan tato gratis tersebut.

"Ini semua free. Terpenting pertama peserta harus punya niat untuk hijrah secara ikhlas dan rida. Kedua harus menghafal Surat Ar Rahman," ujar Riyo saat berbincang dengan detikcom disela-sela acara penghapusan tato yang digelar di Cafe Yellow Black, Jalan Cikutra, Kota Bandung, Kamis (14/9/2017).

Baca Juga: Puluhan Orang Hapus Tato dan Berhijrah Massal di Bandung

Menurut Riyo keharusan seseorang untuk hafal Surat Ar Rahman tak lepas dari arti yang terkandung di dalamnya. Dalam surat tersebut dijelaskan bagaimana Allah SWT menciptakan mahluknya termasuk apa yang akan terjadi ketika di surga dan neraka.

"Kalau kita lihat terjemahannya 'Maka nikmat Tuhan-Mu manakah yang kamu dustakan'. Termasuk bagaimana kita dibuat (diciptakan) tidak main-main. Maka setidaknya sebelum kita dipanggil (meninggal dunia), kita bisa menyucikan apa yang telah kita perbuat," beber Riyo.

Selain itu jemaah yang mendaftar juga harus mau terbuka menceritakan riwayat hidup termasuk penyakit yang dideritanya. Sebab beberapa penyakit seperti diabetes, hepatitis, HIV dan penyakit tertentu lainnya harus mendapat perawatan berbeda sehingga harus membawa surat dokter.

[Gambas:Video 20detik]


Setelah persyaratan tersebut terpenuhi maka jemaah tinggal menunggu giliran untuk masuk ke ruangan hapus tato. Setelah mendapat giliran maka jemaah dioles salep anastesi sebelum akhirnya ditembak menggunakan laser pada bagian tato yang akan dihapus.

"Kalau tatonya banyak kita akan tanya yang mau diprioritaskan untuk dihapus. Karena kan banyak yang mau tapi kita terbatas oleh alat. Satu kali treatment atau perawatan biasanya memakan waktu satu jam," katanya.

Proses penghapusan tersebut minimal dilakukan sebanyak empat hingga delapan kali pertemuan. Selama mengikuti proses tersebut nantinya jemaah akan mendapat bimbingan iman yang dikemas dalam sejumlah kegiatan seperti bakti sosial hingga pengajian.

"Dari treatment pertama ke yang kedua itu waktunya kita tidak tentu. Karena selain alat hanya dua, kita juga keliling ke daerah lain. Kurang lebih jarak waktunya bisa satu bulan," ucapnya.

Riyo mengungkapkan saat ini pihaknya sedang menggalang donasi agar bisa membeli alat penghapus tato tambahan. Sehingga kegiatan tersebut bisa rutin digelar dua minggu sekali di sejumlah kota besar seperti Bandung, Jakarta, Yogjakarta, Surabaya, hingga Bali.

"Satu alat ini (laser tato) harganya bisa Rp 50 juta. Alhamdullilah dari salah satu founder awalnya sumbang satu alat dan dari hasil ngumpulin bisa beli satu lagi. Mudah-mudahan kita bisa pengadaan lagi supaya bisa lebih intens," ujar Riyo.

Kegiatan yang digelar oleh Gerak Bareng Community, Punk Muslim dan Komunitas Dakwah dan Sosial (Kodas) itu sudah yang kedua kalinya digelar di Kota Bandung. Sebelumnya kegiatan pertama digelar pada 12 Agustus 2017 di Masjid Istiqomah, Kota Bandung.
(avi/avi)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed