DetikNews
Selasa 12 September 2017, 13:08 WIB

Polda Jabar Bongkar Sindikat Pemalsu STNK Motor dan Mobil Mewah

Mukhlis Dinillah - detikNews
Polda Jabar Bongkar Sindikat Pemalsu STNK Motor dan Mobil Mewah Barang bukti sepeda motor dengan STNK palsu. (Foto: Mukhlis Dinillah/detik.com)
Bandung - Polisi berhasil membongkar sindikat pemalsu Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) khusus motor gede (moge) dan mobil mewah. Jaringan nasional ini sudah menjalankan aksi selama lima tahun terakhir.

Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto mengatakan pengungkapan dan penangkapan tiga pelaku sindikat ini bermula dari maraknya penjualan moge dengan dilengkapi STNK palsu. Polisi lalu menelusuri ke lapangan.

Ia menuturkan personel Polda Jabar yang dipimpin Kasubdit I Direskrimum AKBP Budi Satria Wiguna bergerak menyelidiki pada 25 Agustus 2017. Tim di lapangan melakukan penyamaran terhadap penjual moge bodong itu.

"Kemudian tim pengembangan dengan cara memantau kediaman SJ di Jalan Gatot Subroto Bandung. Keesokan harinya baru kami amankan di rumahnya," kata Agung kepada wartawan di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Selasa (12/9/2017).
Polda Jabar Bongkar Sindikat Pemalsu STNK Motor dan Mobil MewahKapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto memperlihatkan barang bukti. Foto: Mukhlis Dinillah
Ia mengatakan tim lalu menggeledah kediaman SJ. Petugas berhasil menyita barang bukti moge berupa satu unit Honda Gold Wing, Ducati, Yamaha Police serta 25 lembar STNK palsu.

Dia melanjutkan keesokan harinya petugas kembali menggeledah di rumah SJ. Petugas menemukan 41 lembar STNK palsu dan satu unit mobil Mercedes Benz C200 AT.

"SJ ini berperan sebagai marketing (STNK palsu) di seluruh Indonesia," ujar Agung.

Ia menjelaskan tim kemudian melakukan pengembangan jaringan lainnya di DKI Jakarta. Kemudian pada 10 September 2017, tim berhasil mengamankan pelaku lainnya berinisial ED di DKI Jakarta.

Berdasarkan pengakuan ED, kata dia, ia berperan sebagai perantara SJ. ED menerima setiap pemesanan pembuatan STNK palsu dari SJ dengan harga Rp 5 juta untuk motor dan Rp 6 juta untuk mobil.

"ED menerima uang pemesanan lewat transfer sementara data kendaraan untuk dibuatkan STNK melalui pesan singkat. Setiap pemesanan satu STNK, ED dapat imbalan Rp 850 ribu," tutur Agung.

Setelah mendapatkan pemesanan dari SJ, ED kemudian mengirimkan data pemesan lewat pesan singkat kepada UR untuk dicetak. UR mencetaknya di sebuah indekos kawasan Jakarta Timur.

"Petugas menggeledah dan menyita seperangkat komputer serta blangko kosong yang sudah ada format STNK sebanyak 523 lembar dan blangko kosong sebanyak 540 lembar," kata Agung.

[Gambas:Video 20detik]


Berdasarkan hasil pemeriksaan, kata dia, UR mengaku sudah melancarkan aksinya sejak 2012 lalu. Dalam pembuatan STNK palsu ini, UR dibantu dua rekan lainnya IY dan YU yang kini masih dalam pengejaran polisi.

"Pelaku IY dan YU yang merupakan pembuat masih dalam pengejaran anggota di lapangan," ucap jenderal bintang dua ini.

Dia mengatakan selama pengembangan jaringan ini, tim di lapangan berhasil mengumpulkan 26 moge bodong dan 3 mobil mewah. Sebagian besar merupakan milik masyarakat.

"Kita proses juga pemilik motor," ujar Agung.

Atas perbuatannya para ketiga pelaku dijerat Pasal 236 KUHPidana dengan ancaman pidana paling lama 6 tahun kurungan penjara.
(bbn/)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed