Mendes Eko didampingi Komisaris BUMR Pangan Luwarso dan Wakil Bupati Sukabumi Adjo Sarjono. Eko sempat melakukan pertemuan secara informal dengan pihak BUMR Pangan. Setelah itu Eko langsung menuju tempat pabrik pengolahan beras.
Eko berkesempatan menengok langsung sistem modern pengolahan beras mulai dari gabah hingga pengemasan dengan merek Caping Gunung. Satu persatu Luwarso menunjukkan mesin penggilingan modern yang ada di perusahaannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri Desa Eko Putro Sandjojo saat berkunjung ke salah satu pabrik pengolahan beras di Kabupaten Sukabumi. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom) |
Kedatangan Eko ini ingin mempelajari sistem yang diterapkan BUMR Pangan untuk diaplikasikan di daerah-daerah lain. "Kalau memungkinkan bisa diaplikasikan di daerah lain karena untuk membantu Badan Usaha Milik Desa dan koperasi yang ada. Saya lihat tadi bentuknya juga baik sekali dan semua dilakukan secara digital," tutur Eko.
Ia yakin dengan kemasan yang menarik ini beras Sukabumi yang diolah BUMR Pangan dapat menjajal pasar ekspor. "Saya sangat yakin sekali beras Sukabumi bisa mendunia dengan kemasan yang bagus seperti ini," ujar Eko.
Menteri Desa Eko Putro Sandjojo memperlihatkan beras kemasan yang diproduksi di BUMR Pangan, Kabupaten Sukabumi. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom) |
Luwarso menjelaskan keunggulan beras miliknya juga jelas asal-usulnya. "Jadi kita bisa tahu nasi yang kita makan ini berasal dari mana, bahkan sampai siapa petani yang menggarapnya ketahuan," ucap Luwarso.
Usai melakukan kunjungan di tempat itu Kemendes Eko bersama rombongan kembali melanjutkan perjalanan ke Bumdes Sukajaya di Desa Sukajaya. (bbn/bbn)












































Menteri Desa Eko Putro Sandjojo saat berkunjung ke salah satu pabrik pengolahan beras di Kabupaten Sukabumi. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Menteri Desa Eko Putro Sandjojo memperlihatkan beras kemasan yang diproduksi di BUMR Pangan, Kabupaten Sukabumi. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)