Main Bola Empat Kaki, Cara Pemuda Cilame Bandung Tetap Kompak

Main Bola Empat Kaki, Cara Pemuda Cilame Bandung Tetap Kompak

Wisma Putra - detikNews
Jumat, 08 Sep 2017 15:03 WIB
Main Bola Empat Kaki, Cara Pemuda Cilame Bandung Tetap Kompak
Permainan sepak bola empat kaki dilakoni sejumlah pemuda di Kabupaten Bandung. (Foto: Wisma Putra)
Kabupaten Bandung - Banyak cara positif dilakoni kawula muda agar memperkokoh kebersamaan. Salah satunya dipraktikkan sejumlah pemuda asal Desa Cilame, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung. Mereka berlaga sepak bola dengan cara berbeda guna tetap kompak.

Pertandingan ini mereka sebut main bola empat kaki. Sepak bola empat kaki ialah dua pemain jadi satu yang salah satu kakinya, kiri dan kanan, diikat tali plastik.

Meski kakinya terikat dan pergerakannya terbatas, mereka nampak antusias mengolah bola dan bersemangat membobol gawang di lapangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Satu tim delapan orang atau empat pasang pemain, kakinya (tiap dua orang) diikat tali," kata Ketua Karang Taruna Desa Cilame, Ragil Lesma (27) kepada detikom di halaman kantor Desa Cilame, Kamis (7/9) kemarin.

Arena pertandingan tak seluas lapan bola umumnya. Selain itu, aturannya tanpa kiper karena gawangnya kecil ukuran sekitar 1x1 meter.

Tendangan kaki dua pemain yang berdempetan dan terikat tali ini harus seirama agar bola bergulir sempurna. Memang tak mudah main bola empat kaki ini, ada tali tiba-tiba putus dan tali mengait dengan kaki pemain lawan.
Main Bola Empat Kaki, Cara Pemuda Cilame Bandung Tetap Kompak Pemuda di Kabupaten Bandung bertanding bola empat kaki. (Foto: Wisma Putra/detikcom)
Laga sepak bola empat kaki menjadi hiburan tersendiri bagi warga Desa Cilame. Sewaktu pemain sukses mencetak gol, penonton bersorak sorai dan bertepuk tangan. Jatuh-bangun pemain lantaran tersandung atau ayunan kaki terikat saat berlari tak seimbang menambah suasana seru pertandingan.

"Seninya begitu, jadi para pemain harus kompak. Kalau tidak kompak, selain bola tidak tertendang, malah bakal jatuh," ujarnya.

Ragil mengungkapkan dengan permainan sepak bola empat kaki ini mereka dituntut membangun kerja sama tim. "Bukan hanya dalam permainan sepak bola saja, kaki itu diikat memiliki tujuan agar mereka sesama teman atau saudara saling punya ikatan dan bisa bergotong royong," tutur Ragil.

Kepala Desa Cilame Alo Sobirin mengatakan main bola empat kaki itu kerap dilakukan warganya. Ia berharap aktivitas tersebut membuat warga di desanya kompak, terutama bagi kalangan pemuda.

"Kompak seperti bertanding dalam pertandingan untuk merebut kemenangan dan kompak dalam kehidupan sehari-hari," ujar Alo. (bbn/bbn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads